Kabar Bojonegoro

Janda Bojonegoro Kepincut Siswa SMA, Bercinta di Semak-semak & Dibunuh, Kasus Lain Terjadi di Hotel

Janda Bojonegoro kepincut siswa SMA, bercinta di semak-semak lalu dibunuh, kasus lain terjadi di hotel.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/kolase TribunKaltim/TribunSumsel
Janda Bojonegoro Kepincut Siswa SMA, Bercinta di Semak-semak & Dibunuh, Kasus Lain Terjadi di Hotel 

SURYAMALANG.COM - Seorang wanita berstatus janda asal Bojonegoro kepincut siswa SMA

Atas dasar suka sama suka janda muda satu anak itu pun "bercinta" dengan siswa SMA

Namun naas, janda bernama Aidatul Izah itu pun tewas di tangan sang kekasih AN ST. 

Identitas Aidatul Izah diketahui warga Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander dan masih berusia 20 tahun. 

Aidatul Izah dibunuh di Desa Sumodikaran. 

Satreskrim Polres Bojonegoro menyebutkan bahwa pembunuh Aidatul Izah merupakan pelajar SLTA berinisial AN ST (19).

"Tersangka pembunuhan inisial AN ST (19), pelajar SLTA di salah satu sekolah," kata Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan saat ungkap kasus, Jumat (29/11/2019).

Pelaku melilit leher korban

Pelaku pembunuhan janda satu anak ditangkap Satreskrim Polres Bojonegoro, Jumat (29/11/2019).
Pelaku pembunuhan janda satu anak ditangkap Satreskrim Polres Bojonegoro, Jumat (29/11/2019). (surya.co.id/m sudarsono )

Budi Hendrawan mengatakan, pelaku membunuh korban dengan cara melilit leher korban dengan menggunakan tali tampar.

Lalu setelah dijerat lehernya, pelaku memastikan korban masih hidup atau tidak.

Setelah dicek mungkin masih ada nafas, sehingga dihabisi secara sadis bagian mukanya hingga wajah dan bagian kepala rusak atau luka berat.

"Sudah kita tangkap pelakunya, kita jerat pasal 340 KUHP dan 338 KUHP. Ancaman pidana mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun," pungkasnya.

Dari hasil visum yang dilakukan, korban ternyata janda muda itu kondisi mengandung atau hamil.

Usia kehamilan diperkirakan sudah 24 minggu lamanya.

"Hasil visum korban hamil enam bulan atau 24 minggu," kata Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan saat ungkap kasus, Jumat (29/11/2019).

Pelaku memukul wajah korban

Fakta & Kronologi Siswa SMA Habisi Kekasihnya yang Janda yang Dihamilinya
Fakta & Kronologi Siswa SMA Habisi Kekasihnya yang Janda yang Dihamilinya (Kolase facebook Yuni Rusmini)

Setelah melilit leher korban dengan tali, pelaku juga tega memukul bagian wajah dan kepala hingga rusak atau luka berat, hanya untuk memastikan agar korban benar-benar meninggal

"Setelah dijerat lehernya, lalu korban dihajar bagian wajah dan kepalanya hingga rusak," pungkasnya.

Dari keterangan yang diungkap pelaku, ia mengatakan bahwa telah mengenal korban sejak pertengahan tahun 2019.

Pelaku juga mengaku sempat memiliki hubungan asmara dengan korban.

"Sudah saling kenal, punya hubungan khusus antara pelaku yang masih pelajar dan korban yang statusnya janda satu anak itu," terangnya.

Saat ditanya petugas, sambil menundukkan kepala, AN ST yang merupakan warga Sumodikaran itu menyesali perbuatan yang dilakukan.

"Menyesal atas pembunuhan yang saya lakukan kepada Aidatul Izah," katanya sambil menjawab lontaran pertanyaan awak media, Jumat (29/11/2019).

Pelajar tersebut juga tak menyangka bisa melakukan hal itu kepada janda yang tak lain merupakan tetangga desanya tersebut.

Kronologi lengkap

Penemuan mayat yang hanya mengenakan kaos dan celana dalam itupun menggegerkan warga setempat.

Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan mengatakan, dari pengembangan penyidikan memang ada unsur perencanaan pembunuhan.

Sebab, pelaku sudah membawa tali tampar yang ditaruh di dalam saku celananya. Tali itu kemudian yang digunakan untuk menjerat leher korban.

"Ada unsur perencanaan, karena sudah bawa tali untuk menjerat leher korban," ujar Kapolres saat ungkap kasus, Jumat (29/11/2019).

Perwira menengah itu menjelaskan, sebelum pembunuhan terjadi, korban sudah janjian dengan pelaku.

Korban lalu menjemput pelaku kemudian jalan-jalan bersama menggunakan motornya.

Pelaku yang mengendarai motor lalu mengambil sebotol arak yang sudah disimpan di semak-semak.

Kemudian menuju waduk selanjutnya berhubungan badan.

Usai berhubungan badan, korban lalu curhat atas kehamilannya yang sudah berusia 24 minggu atau 6 bulan.

"Sebelum dibunuh berhubungan badan dulu, lalu minum alkohol bersama," terangnya. 

Kasus Lain di Hotel Jambi 

Kasus percintaan antara siswa SMA dan janda tidak sekali itu saja. 

Di kamar hotel, Kota Jambi, Sumatera, seorang wanita berstatus janda berusia 40 tahun asal Jakarta Selatan terciduk polisi tengah berduaan dengan seorang remaja. 

Setelah berhari-hari tak keluar dari kamar hotel, wanita dan siswa SMA ini pun berhasil diamankan pihak kepolisian Polsek Pasar Kota Jambi, Sumatera.

Berhasil diamankan Polsek Pasar Kota Jambi, kedua pasangan tanpa ikatan darah ini sempat mengaku ibu dan anak.

Melansir Tribun Jambi (grup SURYAMALANG.COM), pasangan tanpa ikatan perkawinan tersebut digrebek kepolisian Polsek Pasar Kota Jambi pada Jumat (12/7/2019) malam.

Keduanya terciduk operasi razia penyakit masyarakat atau pekat yang rutin dilakukan Polsek Pasar Kota Jambi.

Identitas pasangan beda usia 23 tahun itu janda berinisial MM dan siswa SMA IR remaja berusia 17 tahun warga Kenali Asam Atas, Kota Jambi.

Diketahui kedua pasangan ini telah membooking kamar hotel selama 4 hari.

Saat digrebek, tim polsek Pasar Kota Jambi sempat beberapa kali mengetuk pintu kamar kedua pasangan tersebut.

Kompas Regional
Kompas Regional (Ilustrasi )

Kendati sudah diketuk dan diminta untuk keluar beberapa kali, pintu kamar hotel tak juga dibuka

Ketika pada akhirnya pintu kamar hotel dibuka, IR diketahui tengah tidak mengenakan atasan.

IR hanya mengenakan celana pendek dan tampak terlihat gugup.

Dilansir dari Warta Kota, pada saat terciduk berduaan di kamar, MM sempat mengaku kepada pihak kepolisian sebagai ibu kandungnya IR.

Namun setelah didesak oleh petugas, MM akhirnya mengaku bahwa ia bukan ibunda IR.

"Awalnya dia bilang wanita itu ibunya. Tapi ketika disesak kebenarannya, dia balik mengakui bahwa wanita itu bukan ibunya," ungkap seorang anggota tim Polsek Pasar Kota Jambi seperti yang dikutip Sosok.ID dari Warta Kota.

Saat dimintai keterangan pihak kepolisian, MM menyebut dirinya sudah berada di Jambi selama 4 hari.

Melansir dari Warta Kota, MM menyebut ia mengenal IR melalui media sosial Facebook.

Setelah melakukan chat beberapa kali, MM dan IR akhirnya memutuskan untuk bertemu.

"Kenal lewat chat via facebook terus komunikasi hingga sampai sini," tutur MM saat ditanyai polisi.

MM juga mengaku bahwa dirinya tak lagi bersuami dan memiliki dua anak yang kini tengah berada di rumahnya, di Jakarta Selatan.

Mengutip Tribun Jambi, pihak Polsek Pasar Kota Jambi masih akan terus menyelidiki kasus ini.

Belum diketahui apakah kedua pasangan ini melakukan terbukti melakukan tindak prostitusi atau tidak.

Kendati demikian, melansir Tribun Jambi, kedua pasangan beda usia 23 tahun ini diketahui saling memanggil sayang dalam percakapan mereka via Facebook.

AKP Sandi Mutaqin mengatakan keduanya kini telah diamankan di Mapolsek Pasar Kota Jambi untuk dimintai keterangan.

"Kita amankan terlebih dahulu untuk dimintai keterangan, karena keduanya diduga melakukan tindakan portitusi,"

Sumber: Suar.id
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved