Malang Raya

23 Pelajar Jalani Rehabilitasi Narkoba dari 55 Orang yang Ditangani BNN Kabupaten Malang

Data dari bulan Januari hingga akhir November 2019, ada 55 peserta yang menjalani rehabilitasi di bawah naungan BNN (Badan Narkotika Nasional) Malang

23 Pelajar Jalani Rehabilitasi Narkoba dari 55 Orang yang Ditangani BNN Kabupaten Malang
SURYAMALANG.COM/Ahmad Zaimul Haq
ILUSTRASI . Pecandu narkoba yang menjalani proses rehabilitasi di Rumah Sehat Orbit Surabaya (SOS) di kawasan Margorejo melakukan kegiatan memasak, Jumat (29/11/2019). Metode rehabilitasi kecanduan narkoba di rumah ini mengombinasikan dua metode, yaitu metode 12 Langkah dan therapy community. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut (PM) Agus Musrichin menerangkan pentingnya penanganan pasca rehabilitasi bagi para pecandu narkoba.

Agus mengungkapkan, para pecandu narkoba yang sudah pulih, dikhawatirkan bisa kembali mengkonsumsi narkoba.

Maka dari itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pasca menjalani rehabilitasi. Seperti, faktor lingkungan, pergaulan, dan orang tua.

”Walau sudah pernah direhabilitasi berkali-kali, tapi kalau ketiga faktor itu tidak diawasi proses rehabilitasi akan sia-sia. Oleh karena itu, pasca menjalani rehabilitasi, orang tua harus meluangkan waktunya untuk mencegah pergaulan anaknya dari lingkungan dan pertemanan yang pernah membuat anak mereka mengenal narkoba,” ungkap Agus ketika dikonfirmasi.

Di sisi lain, data dari bulan Januari hingga akhir November 2019, ada 55 peserta yang menjalani rehabilitasi di bawah naungan BNN (Badan Narkotika Nasional) Kabupaten Malang.

Di antara mereka, ada yang sudah dinyatakan pulih, ada pula yang masih menjalani fase pemulihan dari kecanduan narkoba.

”Dari 55 peserta yang menjalani rehabilitasi, sebanyak 23 diantaranya merupakan kalangan pelajar,” ungkap Agus.

Dari 23 kalangan pelajar yang menjalani rehabilitasi itu masuk dalam kategori di bawah 19 tahun.

”Kalangan pelajar yang direhabilitasi didominasi kalangan pelajar SMA (Sekolah Menengah Atas) dan usia Maba (mahasiswa baru). Para pelajar yang direhabilitasi ini, kebanyakan karena kecanduan natkotika jenis pil double L,” jelas Agus.

Menilik pada tahun 2018, tercatat ada 95 peserta rehabilitasi. Dari jumlah tersebut, 51 di antaranya masih kategori usia pelajar.

Agus menginstruksikan kepada para guru pelajar agar aktif melakukan sosialisasi ke sekolah.

”Kami sering melakukan sosialisasi terkait bahaya narkoba dikalangan pelajar. Tidak hanya itu, para pengajar dan guru BK (Bimbingan Konseling) juga kami berikan penyuluhan demi mencegah anak didiknya dari kecanduan narkoba,” kata Agus.

Agus mengingatkan agar semua pihak berkomunikasi dengan pihaknya ketika mengetahui ada anggota keluarga yang mengalami kecanduan dengannya.

”Biasanya kalau ada muridnya yang kecanduan narkoba, para pengajar disekolah maupun orang tua siswa akan menyembenyikannya. Padahal itu bahaya, harus segera direhabilitasi bukan malah ditutupi,” tutur Agus. 

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved