Malang Raya

Aplikasi Online Pengurusan Dokumen Kependudukan Kabupaten Malang Baru Disiapkan, Ternyata Berbayar

Aplikasi tersebut akan terintegrasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Malang di Kepanjen.

Aplikasi Online Pengurusan Dokumen Kependudukan Kabupaten Malang Baru Disiapkan, Ternyata Berbayar
SURYAMALANG.COM/M Erwin
Antrean pengurusan dokumen kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang, Rabu (17/7/2019). Jika 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Warga Kabupaten Malang nampaknya harus bersabar untuk bisa memanfaatkan layanan aplikasi online pengurusan dokumen kependudukan.

Pasalnya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Malang akan masih melakukan persiapan terkait penerapan aplikasi online pengurusan dokumen kependudukan di 33 kecamatan. 

Aplikasi online tersebut diyakini dapat meningkatkan efisiensi pelayanan dan mempermudah warga Kabupaten Malang, dalam mengurus dokumen kependudukan. Seperi e-KTP Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Akta Kematian, dan Surat Pindah Alamat dll.

Terobosan tersebut dilakukan buah kerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang.

"Masih persiapan. Belum dilaksanakan sepenuhnya. Jika itu sudah diterapkan penuh. Akan sangat membantu. Artinya kami bisa mendekatkan pelayanan. Daripada merka yang dari Kasembon datang langsung ke Kepanjen, kan lebih efisien jika ditangani di kecamatan," ungkap Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Malang, Sri Meicharini ketika dikonfirmasi, Senin (2/12/2019).

Terkait persiapan terkini, Rini menambahkan, pihaknya sudah melakukan pelatihan kepada para operator yang akan disebar di 33 kecamatan.

Aplikasi tersebut akan terintegrasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Malang di Kepanjen.

"Jadi skemanya operator mengentri dulu lalu mengirim ke dinas secara online. Nanti berkas hardcopy tetap juga dikirim ke dinas sebagai pendukung. Lalu kami kembalikan lagi hardcopy ke pemohon," imbuh wanita yang akrab disapa Rini itu.

Terkait penerapan penuh program tersebut, Rini menambahkan, akan diterapkan pada tahun 2020. 

"Tapi kemungkinan nanti setiap kecamatan ada 2 operator. Dari Kominfo persiapan scanner dan printer. Target akan diterapkan secara masif pada tahun 2020," ujar Rini. 

Halaman
12
Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved