Hari AIDS International

Fakta dan Mitos Seputar Penularan HIV/AIDS

Banyak mitos atau pandangan salah di masyarakat terkait penularan HIV/AIDS.

Editor: Zainuddin
biliranisland.com
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM - Banyak mitos atau pandangan salah di masyarakat terkait penularan HIV/AIDS.

Berikut ini pendapat ahli Imunologi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Dr Rahayu Anggraini MSi terkait penularan HIV/AIDS :

Sebagian masyarakat masih mengira bila penuluran HIV sangatlah mudah ditularkan.

Tak hanya itu,  banyak mitos yang keliru dan telanjur berkembang di masyarakat soal penularan HIV. Salah satunya, penularan HIV melalui tusuk gigi.

Oleh sebab itu, persepsi masyarakat akan penularan HIV harus diluruskan.

Penyakit HIV nyatanya tak mudah ditularkan. Penularan HIV bisa dilakukan melalui hubungan s3ksual yang berisiko, penyuka sesama jens.

Kesadaran penggunaan kondom saat berhubungan s3ksual berisiko perlu ditingkatkan.

Sebab, kondom bisa mencegah penyebaran HIV. Tapi lebih baik lagi, tidak melakukan hubungan s3ksual berisiko dan setia pada satu pasangannya!

Selain itu, penularan HIV bisa dilakukan melalui kontak darah. Kemudian penggunaan jarum suntik secara bersama-sama, seperti yang biasa dilakukan para pengguna narkoba.

Yang memprihatinkan, banyak rumor atau mitos terkait penularan HIV yang salah kaprah.

Hal ini bisa memperparah stigma masyarakat terhadap penderita HIV, hingga berujung diskriminasi.

Salah satu rumor yang sempat menyita perhatian masyarakat adalah penyebaran HIV melalui tusuk gigi.

Hal itu tidak dibenarkan. Sebab, virus tak akan bertahan lama di udara bebas.

Sementara itu, penyebaran HIV melalui gigitan nyamuk juga tak dibenarkan.

Selain itu, virus merupakan benda mati. Virus baru bisa hidup kalau bertemu tempat yang diinginkan.

Virus HIV hinggap di CD4 (imunitas) manusia. Virus tersebut akan menggerogoti CD4 hingga habis.

Akhirnya, seseorang tersebut tak memiliki kekebalan tubuh. Alhasil mudah terserang penyakit seperti diare atau TBC.

Lalu, yang perlu digarisbawahi juga, penularan HIV tak melalui air liur ataupun keringat.

Jadi makan satu piring atau berolahraga dengan penderita HIV aman dilakukan.

Tak perlu membedakan, alat-alat makan dan mandi dengan penderita HIV. Boleh membedakan, tapi untuk alasan kebersihan.

Selanjutnya, ciuman dan berpelukan dengan penderita HIV juga tidak ada masalah.

Virus HIV tak dapat ditularkan melalui sentuhan. Tetapi ada risiko penularan melalui ciuman, apabila ada luka berdarah di bibir masing-masing pasangan.

Perlu diketahui pula, HIV mempunyai dua jenis yakni HIV 1 dan HIV 2 serta beberapa subtipe.

HIV 1 yang masuk ditubuh manusia sebenarnya bisa diminimalisir. Bahkan, seseorang bisa terbebas dari HIV.

Sebab, tubuh manusia menghasilkan antibodi untuk menyerang virus.

Tapi bila, seseorang tersebut mengulangi risiko penularan dengan cara berhubungan s3ks dan menggunakan jarum suntik bersama, bukan tidak mungkin akan terserang HIV 2.

Nah, HIV 2 ini yang tak bisa ditumpas antibodi dan menyebar ke tubuh hingga masuk ke sel CD4 (imun).

Saya berharap pada penderita HIV agar tak berputus asa. Karena peluang hidup masih terbuka lebar. Sebab, saat ini HIV sudah ada obatnya, yakni ARV.

Saya juga berharap pada masyarakat agar tak lagi mendiskriminasi penderita HIV.

Yang dijauhi adalah virusnya bukan orangnya. Dan HIV sendiri penulurannya tidaklah mudah. (Danendra Kusuma/M Romadoni)

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved