Kabar Surabaya

Hakim dan Pengunjung Dibikin Heran Oleh Pengakuan Terdakwa Narkoba, Rela Dipenjara Demi Balas Budi

Hakim dan Pengunjung Dibikin Heran Oleh Pengakuan Terdakwa Narkoba, Rela Dipenjara Demi Balas Budi kepada Kawannya

Hakim dan Pengunjung Dibikin Heran Oleh Pengakuan Terdakwa Narkoba, Rela Dipenjara Demi Balas Budi
Syamsul Arifin
Terdakwa Paul Calvin Nardi Rumengan saat jalani sidang di PN Surabaya, Selasa (3/12/2019). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Lantaran ingin membalas budi, terdakwa Paul Calvin Nardi Rumengan diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya atas kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu dan pil koplo seberat 7,28 gram.

Tak hanya majelis hakim, pengunjung sidang pun dibuat heran oleh pengakuan pria 20 tahun ini.

Di depan persidangan, pemuda yang kos di Ketintang Madya, Surabaya ini mengaku kepada majelis hakim dirinya rela menjual sabu-sabu karena merasa berhutang budi kepada pemasok yang bernama Akbar.

"Mengapa kamu mau disuruh menjual sabu dan pil oleh Akbar?" tanya ketua majelis hakim Martin Ginting kepada terdakwa, Selasa (3/12/2019).

"Saya berhutang budi kepada Akbar, karena saya pernah dibantu," jawab terdakwa.

Tak pelak, jawaban terdakwa tersebut sempat membuat riuh suasana sidang.

"Loh..loh.. masa depan kamu itu masih panjang, kamu juga harus bisa berpikir panjang. Kalau sudah begini bagaimana, utang budi akhirnya membuat kamu masuk penjara," ujar hakim.

Dalam dakwaan, Akbar berstatus sebagai DPO, namun menurut pengakuan terdakwa di sidang, Akbar saat ini menjalani masa penahanannya di Lapas Madiun.

Sidang digelar secara maraton, mulai pembacaan berkas dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fathol Rasyid, mendengarkan keterangan saksi dari kepolisian hingga pemeriksaan terdakwa.

Diceritakan juga dalam dakwaan, terdakwa Paul ditangkap sepulang dari mengambil sabu dan pil koplo pada Sabtu (24/8/2019).

Dari tangan terdakwa, petugas berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 7,8 gram dan 2 ribu pil koplo.

Atas perbuatannya, terdakwa diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2)  UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sidang dilanjutkan Selasa (10/12/2019) pekan depan dengan agenda pembacaan berkas tuntutan oleh jaksa. (Syamsul Arifrin)

Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved