Malang Raya

Target Pendapatan Pemkot Batu dari Parkir Tak Pernah Tercapai, Harus Inovatif Tangkap Peluang Parkir

Potensi parkir di Kota Batu sangat tinggi. Namun sejauh ini Dishub tidak bisa mencapai target dengan alasan belum adanya Perda

SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Sejumlah kendaraan parkir di kawasan Alun-alun Kota Batu, Selasa (3/12/2019).  DPRD Batu mendesak agar Pemkot Batu bisa menciptakan inovasi agar pendapat daerah dari sektor parkir bisa terealisasi sesuai target. 

SURYAMALANG.COM, BATU – DPRD Batu mendesak agar Pemkot Batu bisa menciptakan inovasi agar pendapat daerah dari sektor parkir bisa terealisasi sesuai target.

Sejak 2018, target parkir yang sebanyak Rp 1.5 M tidak pernah tercapai.

Wakil Ketua 1 DPRD Batu Nurochman mengatakan, Pemkot Batu tidak harus hanya sekadar berpatokan pada Perda sehingga tidak menciptakan inovasi.

Menurut Nurochman, potensi parkir di Kota Batu sangat tinggi. Namun sejauh ini Dishub tidak bisa mencapai target dengan alasan belum adanya Perda yang mengatur lebih leluasa kebijakan parkir.

“Jadi potensi parkir itu kan besar. Nah, tapi selama ini belum dikelola secara maksimal oleh pemerintah daerah. Sementara alasan Kepala Dinas Perhubungan selalu mempersoalkan landasan hukum karena tarif lama,” ujar Nurochman selepas menggelar paripurna di gedung dewan.

DPRD pun menginisiasi perbaikan Perda agar bisa mengontrol area parkir dan besaran tarif. Dalam rencana perbaikan perda itu, hal-hal yang menjadi masukan dari Pemkot Batu akan dipertimbangkan.

“Harapan kami semoga bisa goal ditetapkan Desember ini sehingga ada peningkatan pendapatan asli daerah. Kalau ngomong tarif, Perda iya. Tapi soal inovasi tidak harus menggantungkan perda,” tegas Nurochman.

Diterangkan Nurochman, pihaknya pernah melakukan simulai di 330 titik parkir Kota Batu.

Dalam simulasi itu terdiri atas tiga giliran petugas. Setiap giliran disimulasikan setor Rp 10 ribu. Maka dalam sehari, satu titik bisa setor Rp 30 ribu.

“Jika hasil itu dikalikan, maka sehari menghasilkan Rp 9.9 juta. Ketika hasil itu bisa sampai ke Pemkot Batu, maka bisa dimanfaatkan,” terangnya.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengakui kalau mengurus parkir tidak mudah. Kata Dewanti, peraturan yang ada selama ini secara garis besar hanya untuk memenuhi target. Namun target pun tidak pernah terpenuhi.

“Memang parkir ini susah kami tegasi karena belum ada dasar hukum yang kuat. Ketika perda dan regulasinya dibuat, itu bisa lebih baik sehingga bisa menambah PAD,” terang Dewanti.

Dewanti mengatakan, Pemkot Batu tidak memiliki kajian terkait potensi titik parkir yang ada di Kota Batu. Dewanti pun menyinggung agar kebocoran di sektor parkir bisa ditanggulangi ketika ada perda Perda baru.

“Kebijakan yang saat ini ada sebetulnya hanya untuk memenuhi target. Kami sendiri juga belum punya data potensi parkir berapa. Nah tahun ini akan dilakukan pemetaan potensi ini,” jelas Dewanti. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved