Malang Raya

Survey LaPoRa 2010 dan 2015 : Masyarakat Kabupaten Malang ingin Bakal Calon Bupati yang Merakyat

Hal itu berdasarkan hasil survei Laboratorium Politik dan Rekayasa Kebijakan (LaPoRa) Universitas Brawijaya para periode 2010 dan 2015.

Survey LaPoRa 2010 dan 2015 : Masyarakat Kabupaten Malang ingin Bakal Calon Bupati yang Merakyat
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Sam HC saat mengikuti pemaparan hasil Survey LaPoRa oleh Oni Dwi Arianto, yang juga merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi di FISIP UB, Rabu (4/12/2019). 

SURYAMALANG.COM, BATU – Masyarakat Kabupaten Malang memiliki harapan tinggi agar bupati dan wakilnya yang mencalonkan diri dekat dengan rakyat kecil.

Hal itu berdasarkan hasil survei Laboratorium Politik dan Rekayasa Kebijakan (LaPoRa) Universitas Brawijaya para periode 2010 dan 2015.

Koordinator Kelas Ilmu Komunikasi Politik dan Media, Oni Dwi Arianto yang memaparkan hasil survei LaPoRa menjelaskan, ada 40.63 persen masyarakat yang ingin bupati berkriteria dekat dengan rakyat kecil pada 2010.

Nilainya meningkat menjadi 50.5 persen pada 2015. Oni menilai, presentase itu tidak jauh berbeda jika memprediksi pada pemilihan bupati pada 2020.

“Kemudian disusul kesalehan dengan presentase 20.44 persen dan pengalaman jabatan formal di pemerintahan dengan presentase 17.27 persen,” ujar Oni, Rabu (4/11/2019).

Sementara presentase pada keberhasilan di bidang usaha sangat kecil, yakni 0.97 persen.

Hal lain yang menjadi pertimbangan pemilih di Kabupaten Malang adalah bisa merangkul semua kalangan dan cendikiawan.

Dilanjutkan Oni, berdasarkan tinjauan sifatnya, masyarakat Kabupaten Malang menginginkan bakal calon bupati yang jujur.

Presentase pada 2010 sebanyak 63.75 persen. Turun menjadi 21.8 persen pada 2015. Namun presentase kejujuran masih tinggi.

Kriteria ringan tangan, suka membantu, yang mengalami kenaikan. Pada 2010, presentasenya 1.46. Naik menjadi 11.6 persen pada 2015.

“Sifat mengutamakan kepentingan umum berada di posisi kedua dengan angka 17.52 persen, dan 13.3 persen pada 2015,” ungkap Oni.

Perilaku pemilih di Kabupaten Malang juga diketahui lebih menyukai pemimpin yang memiliki kemampuan memimpin.

Presentasenya 56.93 persen pada 2010. Lalu pemilih memilih pemimpin berdasarkan pertimbangan rencana programnya. Presentasenya ada 18.25 persen.

“Dari hasil kesimpulan ini, kapasitas teknis dan integritas menjadi petimbangan pemilih di Kabupaten Malang. Pada November 2015, angkanya 36.9 persen, trendnya naik terus dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan popularitas turun menjadi 33.3 persen pada November 2015. Sebelumnya, presentase popularitas berada di angka 57.5 persen pada Juni 2015,” tegas Oni.

Penulis: Benni Indo
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved