Malang Raya

Walau Sudah Terapkan Program Pajak Online, Masih Ada Kebocoran di Kota Malang

Asep Rahmat Suwandha menyebut masih ada kebocoran meski Kota Malang telah menerapkan program pajak online.

SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
Koordinator Unit Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) KPK RI Wilayah VI, Asep Rahmat Suwandha 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Koordinator Unit Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) KPK RI Wilayah VI, Asep Rahmat Suwandha menyebut masih ada kebocoran meski Kota Malang telah menerapkan program pajak online.

Berdasarkan sampel yang dia dapatkan yang tersebar di hotel-hotel, seharusnya ada 10 kali peningkatan pajak.

Namun, faktanya pendapatan dari pajak daerah terhitung masih rendah untuk Kota Malang.

“Saya belum hitung nilai kebocorannya. Tapi  seharusnya harus ada peningkatan,” ucap Asep kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (4/12).

Dia minta agar pihak hotel, kafe, dan restoran mulai membenahi sistem database mereka.

Dalam proses pengujian itu, KPK telah banyak menemui beberapa hotel, cafe dan restoran yang tidak menggunakan Tapping Box.

Apabila ada hotel tidak memiliki Tapping Box atau alat lainnya, kata Asep bisa dipastikan hotel tersebut tidak memiliki alat untuk melaporkan pajaknya.

“Itu sudah kami uji di beberapa tempat. Tapi mau tidak mau alat itu harus dipasang. Walaupun secara aturan self assessment. Jadi tergantung kejujuran,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji telah minta Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) untuk tidak gampang percaya dengan sistem online yang ada.

Dikarenakan, pihaknya pernah mendapati bahwa ada hotel dan restoran yang pendapatannya rendah meski telah memakai Tapping Box.

Halaman
123
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved