Breaking News:

Kabar Surabaya

Suami yang Dicap Meninggalkan Istri Cantik Dina Oktavia Mama Muda di Surabaya Akhirnya Buka Suara

Muhammad Abdul Aziz Suami yang Dicap Meninggalkan Istri Cantik Dina Oktavia Mama Muda di Surabaya Akhirnya Buka Suara

Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM
Dina Oktavia (21) mama muda di Surabaya yang ditinggal suaminya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Muhammad Abdul Aziz (23), suami Dina Oktavia (21) mama muda yang belakangan kisahnya viral, akhirnya buka suara.

Aziz membantah anggapan dirinya meninggalkan sang istri beserta anaknya Muhammad Pandhu Firmansyah atau Pandhu yang mengidap penyakit Hidrosefalus.

"Selama ini saya tetap tanggung jawab sama istri dan anak saya," kata Aziz kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (5/12/2019).

Aziz mengatakan, dirinya sebagai kepala keluarga tetap memberikan nafkah setiap bulannya kepada istrinya, Dina Oktavia beserta anaknya Pandhu.

Dina Oktavia (21) mama muda di Surabaya yang ditinggal suaminya.
Dina Oktavia (21) mama muda di Surabaya yang ditinggal suaminya. (SURYAMALANG.COM)

Aziz tak memungkiri dirinya memang belakangan tidak tinggal serumah dengan Dina di kawasan Jojoran Surabaya.

Sebab, Aziz mengaku, banyak faktor, di antaranya karena dirinya mengalah lantaran rumah yang ditinggali keluarga besar Dina Oktavia itu tidak cukup muat untuk beberapa orang.

"Tapi saya tetap nengok anak saya," ucap Aziz.

Aziz melanjutkan ceritanya, dirinya memang sejak pertengahan November lalu tak pulang ke rumah Dina di kawasan Jojoran.

Menurutnya, dirinya ada masalah dengan Dina Oktavia dan bukan karena anaknya, Pandhu.

Kisah Dina Oktavia beserta anaknya Muhammad Pandhu Firmansyah atau Pandhu menyita perhatian publik.

Hal itu lantaran, banyak yang menaruh simpati atas kondisi Dina beserta keluarganya yang tinggal di kawasan Jojoran Surabaya.

"Saya juga mengucapkan terimakasih dari pihak yang telah membantu memberikan donasi kepada anak saya Pandhu, itu sangat membantu sekali," katanya.

Pandhu bayi berumur lima bulan ini, didiagnosa mengidap penyakit Hidrosefalus.

Saat ini, Dina beserta bayinya Pandhu telah tinggal di Rusunawa Gunungsari Surabaya.

Keluarga Dina Oktavia memang mendapat banyak perhatian dari berbagai pihak karena kisahnya yang beberapa waktu lalu viral.

Perhatian terus mengalir dari kalangan relawan serta instansi Pemerintah.

Bahkan, bantuan juga datang secara langsung dari perseorangan seperti salah seorang pejabat di Pemprov Jatim yang menanggung seluruh biaya Rusunawa untuk keluarga Dina Oktavia.

Serta, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang juga memberikan bantuan atas nama pribadi, selain pendampingan dari Pemerintah Kota Surabaya.

Kronologi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Dina Oktavia, mama muda di Surabaya yang masih berusia 21 tahun, harus menanggung beratnya ujian hidup lantaran ditinggal suaminya.

Pasalnya, ia harus merawat sang anak yang didiagnosa mengidap hidrosefalus, seorang diri, tanpa suami.

Dina Oktavia mengisahkan, ia ditinggal suami saat masa-masa berat dalam hidupnya.

Padahal status hubungannya dengan sang suami bernama Muhammad Abdul Azis masih pasangan suami istri hingga berita ini diunggah.

Dina menyayangkan sikap dari suaminya yang meninggalkannya sepekan sebelum anaknya Muhammad Pandhu Firmansyah dirawat ke rumah sakit.

"Dia ke mana saja waktu itu, saya sama ibu sendiri yang pontang-panting. Saya sempat WA, dia cuma bertanya 'Pandhu bisa dijenguk kah', itu saja," kata Dina, Kamis, (5/12/2019).

Dina Oktavia (21) mama muda di Surabaya yang ditinggal suaminya.
Dina Oktavia (21) mama muda di Surabaya yang ditinggal suaminya. (SURYAMALANG.COM)

Dina pun sempat menanggung malu saat berada di rumah sakit, saat ditanya pihak RS ke mana suaminya yang tak tampak mengunjungi istri dan bayinya.

Ia terpaksa berbohong ke pihak RS dan mengatakan sang suami saat itu sedang pergi ke luar kota.

Dina mengungkapkan suaminya menekuni hobi bidang fotografi.

"Dia sukanya motret-motret gitu. Saat saya cari keberadaannya waktu itu dia kalau tak salah lagi di Trawas Pacet," ungkapnya. 

Hingga kini, Dina mengaku masih berkomunikasi.

Ia meminta Azis untuk menjenguk anaknya.

Dia pun mengimbau kepada suaminya untuk mempersiapkan diri bila banyak pewarta yang sedang menanyakan dirinya.

"Nanti siap-siap saja banyak wartawan yang mau tanya," ujarnya.

Adapun kondisi sang jabang bayi kini sedang sehat dan lebih baik dari sebelumnya.

Sementara itu, saat wartawan mencoba menghubungi suami Dina, Aziz, baik melalui pesan WA maupun telepon, belum dapat jawaban.

Dina Oktavia (21) ditinggal suami, kini menjadi orang tua tunggal dengan anak mengidap hidrosefalus.
Dina Oktavia (21) ditinggal suami, kini menjadi orang tua tunggal dengan anak mengidap hidrosefalus. (SURYAMALANG.COM)

Kondisi Anak

Anak semata wayang Dina yang bernama Muhammad Pandhu Firmansyah masih berumur lima bulan.

"Anak saya kelainan sejak dalam kandungan," kata Dina saat ditemui di rumahnya di kawasan Jojoran STAL 5B Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Minggu (1/12/2019).

Sembari bercerita, Dina terus meneteskan air matanya. Terutama ketika bercerita sang anak yang mengidap beberapa penyakit.

Karena, selain mengidap penyakit Hidrosefalus, sang anak pun mengalami kerusakan pada bagian wajahnya, khususnya di bagian bibir, hidung dan kedua matanya.

Dina bercerita, sang anak, Pandhu baru saja keluar dari rumah sakit untuk menjalani operasi pemasangan selang untuk saluran cairan di kepalanya di RSU dr Soetomo Surabaya.

"Ini masih rawat jalan," ungkap Dina di balik wajahnya yang nampak sendu itu.

Di tengah perjuangan dirinya merawat sang anak itu, suami Dina sudah lama meninggalkannya.

Karena kondisi seperti itu, Dina harus berjuang sendirian tanpa sang suami dalam merawat sang buah hati.

Kini, Dina hanya bisa ditemani ibu kandungnya di dalam rumah petak berukuran 2X6 M.

"Saya tinggal di sini sama ibu saya, bapak saya meninggal Kamis kemarin," kata Dina.

Rumah Banyak Tikus

Kondisi rumah petak yang ditinggali Dina Oktavia jauh dari kata layak.

Di rumah petaknya yang berukuran 2x6 itu, dirinya harus membesarkan anaknya yang berkebutuhan khusus.

"Saya sewa per bulan lima ratus ribu," kata Dina saat ditemui di rumahnya di kawasan Jojoran STAL 5B, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Minggu (1/12/2019).

Menurut Dina, dirinya ingin membesarkan anak semata wayangnya dalam kondisi yang layak.

Hanya saja, kondisi ekonomi memaksa dirinya tinggal di rumah yang sempit bersama ibu kandung dan anak semata wayangnya yang berkebutuhan khusus.

Belum lagi, rumah itu banyak tikus yang berkeliaran. Sehingga, Dina mengaku takut anaknya digigit.

Dina trauma terhadap gigitan tikus. Sebab, kondisi anaknya yang mengidap Hidrosefalus ditengarai lantaran virus tikus.

"Saya waktu hamil dua kali digigit tikus," katanya.

Sehingga, ia pun berharap keluhannya itu didengar oleh Pemerintah Kota Surabaya bahkan Pemerintah Provinsi Jatim.

"Ingin anak saya terjamin. Agar lekas sembuh," harapnya.

Dina Oktavia
Dina Oktavia (Suryamalang.com/kolase)

Pindah Ke Rusun

Harapan keluarga Dina Oktavia (21) untuk tinggal di rumah susun (rusun) bersama bayinya Muhammad Pandhu Firmansyah atau Pandhu akhirnya terwujud.

Pasalnya, keluarga Dina Oktavia kini sudah dipindahkan ke Rusun Gunungsari, Selasa (3/12/2019).

Saat proses pemindahan dari rumahnya di kawasan Jojoran Surabaya, Dina Oktavia mendapat pendampingan dari Pemerintah Kota Surabaya serta Pemprov Jatim.

Dina pun tak henti-hentinya berucap terimakasih lantaran banyak yang peduli terhadap dirinya beserta keluarganya.

Sementara ibunda Dina terus berurai air mata sembari menggendong bayi Muhammad Pandhu Firmansyah.

Suasana haru pun pecah saat keluarga Dina itu mulai berpamitan dengan tetangga sekitar.

"Alhamdulillah, senang dan bersyukur," kata Dina.

Senangnya Dina, lantaran dirinya bisa tinggal di tempat layak bersama bayinya yang berusia lima bulan dan mengidap penyakit Hidrosefalus.

Ia pun berharap dapat membuka usaha online kecil-kecilan sembari merawat anak semata wayangnya yang berkebutuhan khusus.

"Bersyukur banyak yang sayang Pandhu," tambah Dina.

Di dalam Rusun tersebut, Dina beserta keluarganya mendapat fasilitas secara cuma-cuma.

Sebab, seluruh fasilitas ditanggung oleh salah seorang pejabat di Pemprov Jatim yang enggan disebut namanya. 

Kisah Dina Oktavia memang mendapat perhatian khusus dari Pemkot Surabaya bahkan Pemprov Jatim.

Pengelola Rusunawa, Anang Bintoro mengatakan, rusun beserta fasilitas lainnya diberikan secara gratis kepada kelurga Dina Oktavia (21).

"Ini gratis semua" kata Anang.

Dina menempati kamar bernomor 112 di lantai 1 Rusun Gunungsari.

Di dalam kamar tersebut tersedia beberapa fasilitas seperti kasur dan lemari.

"Nanti Insya Allah ada dermawan yang mau nyumbang kulkas sama ac," tambah Anang.

Dina pun juga mendapat bantuan pribadi dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. 

Dina pun mengaku bersyukur banyak yang peduli terhadap keadaan dirinya.

"Saya senang, bersyukur banyak yang peduli," kata Dina.

Dina Oktavia tak henti-hentinya berucap syukur saat kisahnya banyak mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Dari mulai relawan hingga dari Pemerintah menunjukkan perhatian kepada Ibu Muhammad Pandhu Firmansyah bayi yang mengidap Hidrosefalus.

"Alhamdulillah, banyak yang peduli," kata Dina.

Saat ini, Dina mendapat jaminan fasilitas selama di rusun Gunungsari. Selain hunian yang gratis, Dina beserta keluarganya pun juga mendapat fasilitas lain secara gratis pula.

Meski begitu, Dina berharap dapat membuka usaha kecil-kecilan. 

Dia mengaku ingin mandiri secara ekonomi.

Selain itu, dirinya juga berharap anak semata wayangnya, Muhammad Pandhu Firmansyah atau Pandhu dapat tumbuh seperti anak pada umumnya.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (pipit maulidiya - suryamalang.com)

Bu Risma Beri Bantuan Pribadi Secara Khusus

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan bantuan secara khusus kepada Dina Oktavia (21), ibu muda yang kisahnya viral dan mengundang banyak perhatian.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, Chandra Oratmangun mengatakan, Bu Risma begitu sangat perhatian kepada Dina Oktavia.

"Ada bantuan pribadi dari ibu Wali Kota," kata Chandra, Selasa (3/12/2019).

Menurut Chandra, perhatian dari Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu begitu sangat luar biasa.

Jajaran Pemerintah Kota pun, diperintahkan Risma untuk terus memberikan pendampingan kepada keluarga Dina.

Dina Oktavia dan anaknya Muhammad Pandhu Firmansyah serta ibu kandung Dina telah dipindah ke Rusun Gunungsari.

Praktis, pendampingan dari Puskesmas Mojo pun diserahkan ke Puskesmas Gunungsari.

"Sehingga pendampingan, pengawalan dan pemantauan kepada klien itu langsung nyambung,” ungkap Chandra.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved