Kabar Mojokerto

Organ Intim Gadis di Bawah Umur Lecet, Oknum Dokter di Mojokerto Diperiksa Polisi, Belum Tersangka

Organ Intim Gadis di Bawah Umur Lecet, Oknum Dokter di Mojokerto Diperiksa Polisi, Belum Tersangka

Organ Intim Gadis di Bawah Umur Lecet, Oknum Dokter di Mojokerto Diperiksa Polisi, Belum Tersangka
IST
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto belum menetapkan tersangka terkait kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Korban adalah gadis berinisial PL, berusia 15 tahun.

Sedangkan pelakunya diduga oknum dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan di Mojokerto yang berinisial AND.

Terhitung sudah 15 hari polisi melakukan penyidikan setelah ibu korban melaporkan oknum dokter itu ke Polres Mojokerto, Senin (18/11/2019) kemarin.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Putu Prima mengatakan, pihaknya sudah menetapkan status perkara ini ke tahap penyidikan sehingga dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi dari orang terdekat korban.

"Belum ada tersangka masih tahap pemeriksaan saksi," ujarnya kepada wartawan, Jumat (6/12/2019).

Dewa menjelaskan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan 13 saksi di antaranya yaitu korban dan dr AND yang sudah diperiksa sebanyak dua kali.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap ibu korban, AR, SC alias Cicik, RT alias Iyem dan lima staf dr AND.

Saksi YF kakak ipar AR yang diperkuat saksi ahli visum korban dari dokter RSUD Prof Dr Soekandar.

Untuk diketahui, saksi AR (30) warga Bangsal Kabupaten Mojokerto adalah majikan korban.

Ia diduga mengantar korban ke tempat praktik dr AND di Jalan Raya Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Mojokerto (26/8/2019) lalu.

Pemeriksaan terhadap dokter AND dan korban bersama saksi lain AR sudah dilakukan kemarin Rabu (4/12/2019).

"Keterangan dari saksi kami konfrontir belum ada pengakuan darinya kalau dari korban tetap," ungkapnya.

Masih kata Dewa, pihaknya memeriksa saksi YF warga Bangsal yang merupakan suami dari SC alias Cicik kakak ipar dari AR.

Pemeriksaan itu merujuk sepengetahuan saksi YF terkait korban yang bekerja di rumah AR adik iparnya.

"Pengakuannya saksi tidak tahu korban diantar ke tempat praktik dr AND," terangnya.

Ditambahkannya, pemeriksaan saksi belum cukup sehingga belum dapat menetapkan tersangka AND yang merupakan PNS di Kabupaten Mojokerto ini.

Meski begitu, polisi telah mengantongi barang bukti berupa keterangan ahli beserta hasil visum korban dari dokter di RSUD Prof Dr Soekandar yang menunjukkan terdampak luka lecet pada organ intim korban.

Indikasi perdagangan anak lantaran korban mengaku diberi uang Rp 1,5 juta dari dr AND.

Apalagi, dr AND juga memberi uang ke AR yang diduga mengantar korban ke tempat praktik dr AND senilai Rp 500 ribu.

Kakek di Surabaya Diadili Karena Kepincut Gadis yang Pakai Hot Pant

Kelakuan terdakwa Mardis, kakek asal Bronggalan Sawah, Surabaya, membuat majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya geleng-geleng.

Pasalnya, pria 65 tahun ini tertidur saat dibacakannya vonis atas kasus dugaan pencabulan, Jumat, (6/12/2019).

Majelis hakim yang diketuai oleh Hizbullah Idris menjatuhkan vonis terhadap Mardis dengan hukuman penjara selama lima tahun.

Dalam amar putusannya, terdakwa juga dijatuhi denda sebesar Rp 50 juta bila tidak dibayar maka hukuman ditambah selama satu bulan.

Uniknya, terdakwa di tengah pembacaan itu justru tidur terlelap.

Sehingga hakim meminta petugas keamanan PN untuk membangunkannya.

"Terdakwa kok malah tidur. Anda ini divonis loh," kata hakim Hizbullah yang disambut tawa pengunjung sidang.

Terdakwa dianggap terbukti melanggar pasal 82 ayat (1) UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Terdakwa langsung diminta untuk berkonsultasi dengan pengacara yang disediakan pihak PN.

Menanggapi putusan itu, terdakwa mengaku banding sedangkan JPU Hadi Winarno mengaku pikir-pikir.

Untuk diketahui, perbuatan bejat Mardis bermula pada 24 Mei 2019 silam.

Saat korban BR tetangganya sendiri hendak mengembalikan mangkok ke rumahnya.

Lantas, Mardis yang memiliki fantasi seksual yang tinggi tak kuasa melihat kemolekan BR yang kenakan celana pendek atau hot pant.

Ia pun membujuk korban untuk menuruti nafsunya.

Kemudian, perbuatan bejat itu dipergoki oleh sang ibu yang curiga lantaran anaknya tak pulang-pulang.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved