Malang Raya

Dr Budi Waluyo SP MP Fokus Penelitian Bunga Telang dan Ciplukan

Dr Budi Waluyo SP MP, dosen di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang fokus di penelitian bunga telang dan ciplukan.

Dr Budi Waluyo SP MP Fokus Penelitian Bunga Telang dan Ciplukan
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, Dr Budi Waluyo SP MP dengan inovasi produk ciplukan bisa jadi campuran cokelat. 

“Yang di dataran tinggi itu, harga ciplukannya mahal,” paparnya.

Ukuran ciplukan beragam. Yang agak besar seperti tomat biasanya buat salad. Sebutan ciplukan, lanjutnya, juga tidak ada Bahasa Indonesianya.

“Kalau ciplukan Bahasa Jawa. Kalau di Bawean sebutannya kaciputan,” kata doktor alumni Universitas Padjajaran Bandung ini.

Dari penelitian, ciplukan memiliki khasiat anti kanker dan aman dikonsumsi untuk penderita diabetes. Ciplukan juga berpotensi untuk kismis.

“Saya fokus meneliti ciplukan sejak 2009. Sedang bunga telang sejak empat tahun terakhir,” paparnya.

Ada rasa senang bisa fokus pada tanaman itu. Apalagi jika kemudian bisa dikembangkan menjadi produk.

Namun juga ada kesulitannya. Terutama dari bahan penelitian.

“Harusnya penelitian kam tertutup sebagaimana di perusahaan. Tapi karena lokasi penelitian dengan masyarakat, maka kadang ada buah yang kita teliti hilang,” jawabnya.

Sedang tantangan lainnya adalah soal DNA tanaman ciplukan. Yang ternyata satu sama lainnya berbeda.

Ciplukan Sumatera beda dengan di Jawa atau di Papua. Di Jawa pun berbeda-beda.

“Sebagai peneliti, saya harus tahu dan ini sebagai tantangan. Atau ini memang sudah diciptakan Tuhan berbeda-beda,” paparnya.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved