Kabar Gresik

Fakta Asmara Berdarah Tukang Pijat & Jagal 7 Tahun Pacaran Terbongkar, Mayat 5 Bulan Membusuk di Kos

Fakta asmara berdarah tukang pijat dan tukang Jagal 7 tahun pacaran terbongkar, mayat 5 bulan membusuk di kamar kos.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/kolase ilustrasi/Youtube
Fakta Asmara Berdarah Tukang Pijat & Jagal 7 Tahun Pacaran Terbongkar, Mayat 5 Bulan Membusuk di Kos 

SURYAMALANG.COM - Fakta asmara berdarah tukang pijat dan tukang Jagal selama 7 tahun pacaran akhirnya  terbongkar. 

Setelah penelusuran panjang polisi, pelaku pembunuh Kastini yang berprofesi sebagai tukang pijat tertangkap. 

Pelaku pembunuh Kastini tidak lain adalah Untung kekasih Kastini yang sudah lama menjalin hubungan dengannya. 

Mayat Kastini wanita berusia 49 tahun tersebut ditemukan membusuk di indekos milik Muhadi (85) di Gang 16 RT 005/003, Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Saat ditemukan, mayat dalam posisi terlentang di atas kasur mengenakan baju warna hijau bermotif dan celana panjang warna abu-abu.

Posisi mayat Helis saat ditemukan meninggal di kamar kos Kelurahan Bangsal, Kota Kediri, Senin (5/9/2016).
Ilustrasi mayat ditemukan di kamar kos (SURYAMALANG.COM/IST)

Kos milik Muhadi adalah kos yang diperuntukkan untuk kos pria.

Yang membuat polisi sulit mengungkap kasus pembunuhan Kastini lantaran pemilik kos dan RT tidak menyimpan identitas penghuni kos terakhir yang menempati kamar ditemukannya mayat Kastini.

Identitas Kastini tersebut baru diketahui setelah polisi melakukan olah TKP dan bantuan sejumlah peralatan.

Ia adalah warga Kelurahan Sidokumpul, Kecamataan Gresik Kota, Gresik.

Sehari-hari, Kasniti dikenal masyarakat sebagai tukang pijat panggilan.

Dari data yang berhasil dihimpun SURYAMALANG.COM berikut fakta-fakta pembunuhan Kastini:

1. Identitas Pelaku Terbongkar. 

Ilustrasi - Janjian Kencan Sama Gadis di Pemakaman, Rio Malah Jadi Korban Penusukan 3 Pria Misterius
Ilustrasi - pembunuhan (Kompas.com)

Sepekan setelah penemuan mayat di indekos, polisi mengungkap pelaku pembunuhan Kasniti.

Pelaku adalah Untung (53), pria kelahiran Jombang, Jawa Timur yang terakhir menempati kamas kos milik Muhadi.

Untung bekerja sebagai tukang jagal di salah satu Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Gresik.

Setelah mengantongi identitas, polisi langsung mencari keberadaan Untung di Jombang.

2. Pelaku Kabur ke Berau 

ILUSTRASI - Purwati bersama pacarnya membaw kabur mobil rental Xenia dari Surabaya.
ILUSTRASI - kabur (surya/blogspot)

Ternyata Untung pergi ke Serang, Banten selama dua hari menjemput salah satu keluarganya untuk diajak ke Berau dan melarikan diri

Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo, dalam rilis pengungkapan kasus di Mapolres Gresik, Minggu (8/12/2019) mengatakan saat di Serang, Untung sempat memnita tolong keluarganya menjual ponsel miliki Kasniti.

3. Pelaku Menjual HP Kastini

Unutk menjual handphone (HP) Kastini dan laku Rp 100.000 yang digunakannya untuk tambahan ongkos menuju Berau.

Polres Gresik kemudian berkoordinasi dengan Polres Berau dalam menangkap Untung.

Atas perbuatan yang dilakukan, Untung dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

"Kemudian kami berkoordinasi dengan rekan-rekan Satreskrim Polres Berau, sehingga bisa mengamankan saudara Untung selaku tersangka," terang Kusworo Wibowo.

4. Penyebab Untung Membunuh Kastini 

Ilustrasi - Pembunuhan sadis dan mengecor mayat korban.
Ilustrasi - Pembunuhan sadis dan mengecor mayat korban. (surya/tribunnews.com)

Untung nekat membunuh Kastini karena korban kerap meminta sejumlah uang kepada pelaku dari mulai Rp 500.000 hingga Rp 1 juta.

Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo mengatakan Kastini dan Untung memiliki hubungan asmara selama 7 tahun walauapun mereka sudah memiliki keluarga masing-masing.

"(Mereka berdua) sudah terbiasa berhubungan (badan), sehingga korban meminta sejumlah uang kepada tersangka," sambung dia.

5. Sudah Dibunuh Sejak Bulan Juni 2019

Salah seorang petugas dari Satpol PP, saat melihat lokasi mayat perempuan tanpa identitas di kamar kos, Senin (2/12/2019).
Salah seorang petugas dari Satpol PP, saat melihat lokasi mayat perempuan tanpa identitas di kamar kos, Senin (2/12/2019). ((KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAH))

Kastini diperkirakan telah dibunuh lima bulan sebelum ditemukan atau sekitar 3 Juni 2019. 

"Tepatnya tanggal 3 Juni 2019 (pembunuhan). Saat itu tersangka sedang berada di kamar kos, kemudian korban datang karena profesi yang bersangkutan adalah tukang pijat," ucap Kusworo Wibowo.

Usai membunuh korban, pelaku kemudian meninggalkan Kabupaten Gresik dan bermukim di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur sebelum diamankan oleh polisi.

6. Ketua RT Mengaku Lalai 

Mochammad Yakin, Ketua RT 005 di wilayah kos milik Muhadi (85) mengaku pernah meminta identitas penyewa kos.

Oleh pemilik kos dan anaknya, Yakin diminta langsung menghubungi penyewa kos.

Namun karena ada beberapa kendala, ia lalai untuk meminta identitas warga kos hingga terjadi peristiwa penemuan mayat di dalam kamar kos.

"Pernah meminta kepada pemilik langsung maupun putranya, tapi jawabannya monggo kalau mau minta, silahkan minta sendiri kepada penyewa kos dan warga kos di sini juga tidak terlalu welcome," ujar Ketua RT 005 Mochammad Yakin, saat ditemui di lokasi, Senin (2/12/2019).

7. Lurah Menyangkan Tanggungjawab RT 

Sementara itu Christina Triandajani Lurah Sidomoro mengatakan keteledoran pemilik kos dan ketua RT setempat cukup fatal.

Karena hal tersebut, bisa saja berdampak lebih luas seandainya terjadi kasus yang lebih besar.

"Kebetulan ini diidentifikasi pembunuhan. Seandainya itu nanti teroris, itu kan malah makin luas.

Itu yang perlu ditekankan, sebab juga pernah ada kejadian pembuangan bayi di sini," kata Christina.

8. Teguran dari Lurah 

Christina berencana akan menertibkan para pemilik kos dan Ketua RT yang ada di wilahnya agar tertib secara admininstrasi.

"Ini peringatan bagi RT. Tidak hanya RT, sebenarnya juga masing-masing pemilik tempat kos.

Kan mereka harus tahu identitas penyewa, tidak hanya sekedar uang yang diterima, tapi juga untuk keamanan dalam artian untuk warga sekitar," katanya.

9. Pemilik Kos Sudah Diingatkan 

ilustrasi: rumah kos di Kota Malang
ilustrasi: rumah kos (net)

Awan, anak pemilik kos mengaku sudah sejak lama meminta pada ayahnya untuk tidak lagi menyewakan kamar kos.

Namun permintaan tersebut ditolak karena ayahnya ingin berniat membantu orang lain.

"Saya sendiri memang tidak tinggal di sini, saya sudah rumah (tinggal) sendiri.

Sejak lama ayah sudah kami minta untuk tidak lagi menerima orang yang ingin kos, tapi ayah tidak mau.

Ayah ingin tetap buka kos, karena ingin membantu sesama," ucap Awan.

"Mungkin ini pembelajaran buat kami juga, dan ke depan kami akan lebih mendorong supaya ayah menutup saja, tidak lagi dikoskan, biar ayah fokus di kegiatan sosial lainnya saja," pungkas Awan.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved