Malang Raya

Seminar Pendidikan Internasional PGRI Kecamatan di Kota Malang, Kasus Guru BK Cabul Ditanyakan

Ada sejumlah pertanyaan disampaikan peserta termasuk kasus guru BK abal-abal cabul dengan ijazah palsu di SMPN 4 di Kabupaten Malang

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Suasana seminar internasional dalam rangka memperingati HUT PGRI ke 74 dan Hari Guru Nasional yang diadakan PGRI Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Senin (9/12/2019) 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Memperingati HUT PGRI ke 74 dan Hari Guru Nasional, PGRI Kecamatan Lowokwaru Kota Malang membuat seminar internasional, Senin (9/12/2019) di aula SMK PGRI 3.

Ada sejumlah pertanyaan disampaikan peserta termasuk kasus guru BK abal-abal dengan ijazah palsu di SMPN 4 Kepanjen, Kabupaten Malang.

Seperti diketahui kasus guru BK tersebut sudah diproses hukum oleh Polres Malang.

"Kasusnya jadi pembicaraan nasional. Bagaimana guru BK mengembalikan kepercayaan itu pada masyarakat?" tanya seorang guru BK di acara itu.

Dijawab Drs Gogok Rachmad Basuki, pengawas sekolah menyatakan masalah itu personal.

Dan diyakini para guru BK memiliki komitmen tinggi menjalankan tugasnya. Meski tidak semua guru BK berasal dari pendidikan yang linier.

"Dalam setiap komunitas pasti ada penyimpangan. Kejadian itu tak hanya sekali ini. Di daerah lain juga pernah ada," kata Gogok.

Untuk mengembalikan trust itu, guru bisa menggunakan media untuk menulis.

Hal-hal positif yang bisa disampaikan ke media sebagai ulasan.

Sehingga hal itu dilihat sebagai keterlibatan personal. Bukan guru BK secara umum. "Tidak semua guru BK juga seperti itu," kata dia.

Namun menulis di media kurang dimanfaatkan oleh para guru sebagai tempat menyampaikan informasi.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan, Totok Kasianto mewakili Ketua PGRI Kota Malang, Dra Zubaidah MM menyampaikan "Kebijakan Pemerintah Kota Malang untuk Sekolah Ramah Anak".

Yang disampaikan seperti kebijakan ada peraturan walikota mengenai pendidikan anti korupsi. Sehingga sekolah mendapatkan juknisnya dari perwal itu.

"Implementasi pendidikan anti korupsi tak hanya untuk mapel tertentu seperti PKn, Pendidikan Agama tapi juga bisa ke olahraga."

"Sebab dalam olahraga juga mengedepankan sportifitas dan disiplin. Dalam pendidikan anto korupsi juga ada sembilan nilai seperti disiplin, jujur, adil dan peduli dsb."

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved