Malang Raya

Film Imperfect di Kota Malang, Ernest Prakasa Mengaku Sempat Alami Ketakutan Membuat Film Itu

Ernest menyebut ketakutannya dikarenakan Imperfect merupakan sebuah film yang mengangkat isu lumayan sensitif di masyarakat, yaitu tentang Insecurity

SURYAMALANG.COM/Bella Ayu Kurnia Putri
Para pemain film Imperfect pada saat melakukan Press Conference dengan awak media di Malang Town Square, Sabtu (14/12/2019) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Ernest Prakasa sebagai sutradara film Imperfect mengaku sempat mengalami ketakutan dalam membuat film Imperfect.

Pengakuan Ernest ini dilontarkan dalam acara roadshow film Imperfect di Malang Town Square,Jalan Veteran Kecamatan Klojen,Kota Malang,Sabtu (14/12/2019).

Ernest menyebut ketakutannya dikarenakan Imperfect merupakan sebuah film yang mengangkat isu lumayan sensitif di masyarakat, yaitu tentang Insecurity atau rasa tidak percaya diri.

GM Arema FC Ruddy Widodo : Terimakasih Milomir Seslija Atas Dedikasinya Selama Ini !

Berat Badan Jessica Milla Naik 10 Kg demi Film Imperfect, Bentuk Tubuhnya Bikin Pangling

“Jadi kalau dibilang takut diprotes orang, ya takut banget, bener takut banget karena isunya sensitif,cuma kalau kita tidak menghadapi ketakutan ya kita tidak akan membuat apa-apa,”ujar Ernest saat bertemu dengan awak media, Sabtu (14/12/2019).

Namun Ernest mengaku bahwa ia dan istrinya Meira Anastasia yang juga sebagai penulis dalam film tersebut mengaku mempunyai cara khusus untuk menghadapi ketakutan tersebut.

“Pada akhirnya kita berprinsip you can’t never pleased everyone,mau memilih apapun,prinsip apapun tidak mungkin semuanya bahagia,itu dulu yang pertama,yang kedua kita pilih narasi atau perspektif yang paling kita yakini lalu kita siapkan argumentasinya,”papar Ernest.

Film Imperfect sendiri merupakan film yang diadaptasi dari Novel karya Meira Anastasi.

Imperfect merupakan film Ke 5 Ernest yang bekerja sama dengan Starvision yang menceritakan tentang seorang wanita bernama Rara yang sejak kecil sudah mengalami perundungan akibat fisiknya yang gendut.

Rara bekerja di lingkungan yang dipenuhi oleh wanita-wanita cantik dan berbadan ideal sehingga lama-kelamaan Rara merasa tidak percaya diri.

Setelah itu Rara memutuskan untuk melakukan diet dan mengubah penampilannya,namun setelah Rara mengubah penampilannya banyak orang-orang disekitar Rara justru merasa bahwa Rara adalah orang yang berbeda.

Penulis: Bella Ayu Kurnia Putri
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved