Selasa, 19 Mei 2026

Berita Malang

Berita Malang Hari Ini Populer, 3 Rumah Petani Dibakar dan Pria 58 Tahun Potong Tangan Sendiri

Berikut ini rangkuman berita Malang hari ini, Senin 16 Desember 2019 yang dihimpun oleh SURYAMALANG.

Tayang:
Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
Kolase Kompas dan Polres Lamongan
Ilustrasi - Berita Malang Hari Ini Populer, 3 Rumah Petani Dibakar dan Pria 58 Tahun Potong Tangan Sendiri 

SURYAMALANG.COM - Berikut ini rangkuman berita Malang hari ini, Senin 16 Desember 2019 yang dihimpun oleh SURYAMALANG.

Berita Malang hari Ini mencakup tentang kisah 3 rumah petani dibakar orang tak dikenal

Selain itu ada juga kabar tentang pria berusia 58 tahun yang melakukan aksi nekat memotong tangannya sendiri.

Berikut ini rangkuman berita Malang hari ini dari liputan langsung wartawan di lapangan. 

1. 3 Rumah Petani Dibakar Orang Tak Dikenal

Ilustrasi
Ilustrasi (Dinas PMK Surabaya)

Tiga rumah diduga sengaja dibakar orang tak dikenal di Dusun Junggrang, Desa Patempuran, Kecamatan Kalisat, Jember, Minggu (15/12/2019).

Saat ini polisi masih menyelidiki dugaan pembakaran rumah tersebut.

“Ada yang mengetahui seseorang melempar sumbu api ke satu rumah,” ujar AKP Sukari, Kapolsek Kalisat kepada SURYAMALANg.COM.

Polisi menerima informasi kebakaran ini sekitar pukul 11.00 WIB.

Api pertama muncul di bagian tengah rumah yang dihuni keluarga Solihun (50).

Kemudian api merembet ke rumah mertuanya, Tisarip (65), dan anaknya Sifah (27).

Sesuai keterangan saksi, orang tak dikenal melempar api ke bagian tengah rumah yang dihuni Solihun.

Karena bangunan rumah bermaterialkan kayu dan bambu, api cepat membesar.

“Mobil pemadam kesulitan masuk ke lokasi kebakaran karena jalan masuk ke lokasi berbelok.”

“Dalam waktu sekitar 30 menit, rumah terbakar habis,” ujar Sukari.

Tiga rumah itu berisi empat kepala keluarga. Ada satu rumah yang dihuni oleh dua KK.

Sukari mengungkapkan pihaknya sudah memeriksa empat orang.

Polisi sudah mengantongi ciri-ciri orang yang diduga melempar sumbu api ke rumah para petani tersebut.

“Semoga pelakunya bisa segera ditangkap,” ujarnya. (Sri Wahyunik)

2. Pria 58 Tahun Asal Malang Potong Tangan Sendiri

Sekari Bowo (58) saat dirawat di RS Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang
Sekari Bowo (58) saat dirawat di RS Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang (Polsek Wagir)

Sekari Bowo (58) tekat memotong tangan kanannya sendiri di rumahnya di Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Sabtu (14/12/2019).

Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah menerangkan korban ditemukan pertama kali oleh tetangganya bernama Samsul Riyadi.

Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak berlinang darah pada tangan kanannya.

“Kala itu korban berada di rumah sendirian. Sedangkan istri dan anaknya sedang keluar rumah.”

“Lalu saksi melihat korban dalam keadaan tangan terpotong. Kemudian keluarga korban membawa korban ke RS Saiful Anwar (RSSA),” ujar Ainun kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (15/12/2019).

Informasi yang dihimpun SURYAMALANG.COM, Sekari Bowo mengalami depresi sejak dua tahun lalu.

Korban sempat berobat ke rumah sakit jiwa. Namun, korban kerap kambuh, dan pernah mencoba bunuh diri.

Saat melakukan aksi nekatnya pada Sabtu lalu, korban memotong tangannya menggunakan pisau.

Saat datang ke lokasi, petugas Polsek Wagir menemukan satu pisau yang berlumuran darah.

“Korban sering kambuh. Setiap kambuh, korban mencoba untuk melakukan bunuh diri,” ujar Ainun. (Mohammad Erwin)

3. Waspada Angin Puting Beliung Kawasan Malang

Ilustrasi - Postingan viral di Facebook soal turnado atau puting beliung.
Ilustrasi - Postingan viral di Facebook soal turnado atau puting beliung. (Facebook)

Puting beliung jadi bencana yang perlu diwaspadai pada peralihan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan.

Masyarakat Malang Raya tampaknya harus waspada. Angin yang berhembus lebih dari 30 kilometer per jam itu, bisa saja terjadi hingga bulan Januari tahun 2020 mendatang.

"Fenomena alam itu (angin kencang) penyebabnya yaitu terbentuknya awan cumulonimbus yang biasanya terbentuk sebelum hujan. Biasanya terjadi saat menjelang atau mengawali musim hujan," kata  Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates Musripan, Minggu (15/12/2019).

Musripan menambahkan, awan cumulonimbus sendiri adalah awan pekat yang kemunculannya bermula dari hembusan angin muson baratan. Pergerakannya dari arah barat ke timur.

Tak hanya di Malang Raya, angin tersebut juga bisa saja terjadi di seluruh Jawa Timur.

Musripan, mengingatkan masyarakat waspada. Ada gejala alam yang bisa dikenali dari angin puting beliung.

“Selain angin yang juga harus diwaspadai yaitu hujan deras dan petir,” jelas Musripan.

Timbulnya petir bisa jadi diiringi oleh awan pekat. Musripan menerangkan, petir di musim transisi lebih kuat dari pertengahan musim penghujan.

“Penjelasannya, karena kondisi tanah didaratan belum basah secara merata, jadi ketika ada lompatan energi listrik maka akan keras sekali,” tutur Musripan.

Terkait penanganan akibat bencana puting beliung, Bupati Malang, Muhammad Sanusi mewanti-wanti BPBD Kabupaten Malang cepat lakukan assessment bila diperlukan sewaktu-waktu. Mengingat BPBD punya dana kebencanaan.

Sanusi menerangkan, Pemkab Malang telah mengalokasikan anggaran dana siap pakai (DSP) melalui BPBD sebesar Rp 1 miliar.

"Sudah terserap Rp 700 juta untuk penanganan musibah ditempat sebelumnya, sisa Rp 300 juta ini yang sedang kami upayakan untuk ditambah dari dana darurat sebesar Rp 5 miliar," kata Sanusi

Dana tersebut saat masih melekat di badan keuangan dan aset daerah (BKAD).

"Segera dihitung (kebutuhannya), buat surat pernyataan bencana dari desa dan kecamatan, supaya bisa segera saya tandatangani SK pencairan dana daruratnya, pokoke besok (hari ini) semua harus sudah clear dan tertangani semuanya ," perintah Sanusi.

Instruksi tersebut berlaku bagi pemerintahan di tingkat kecamatan maupun desa, serta masyarakat.

Politisi PKB menilai, kegiatan assesment juga harus cepat dilaksanakan oleh OPD terkait kebencanaan dan Muspika.

"OPD terkait kebencanaan, seperti BPBD PMI diminta untuk tetap siaga terhadap situasi kritis. Termasuk seluruh Camat dan Tagana untuk siaga, ketika ada bencana, maka seluruhnya diintruksikan turun bersama-sama,” beber pria asal Gondanglegi itu.

Sanusi berharap, musibah puting beliung dan bencana lainnya tidak sampai kembali menenjang wilayah Kabupaten Malang.​

"Semua daerah di wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Malang berpeluang. Karena musibah bencana puting beliung ini tidak bisa dicegah dan dihadang," jelas Sanusi. (Mohammad Erwin)

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved