Kesehatan

Earphone Wireless Banyak Digandrungi, Bagaimana Efek Penggunaannya Terhadap Kesehatan ?

Bahaya tentang penggunaan earphone wireless memang sudah menjadi polemik di berbagai negara.

Earphone Wireless Banyak Digandrungi, Bagaimana Efek Penggunaannya Terhadap Kesehatan ?
Kolase - dokumen pribadi dr Andrew Halim Sp THT KL
Contoh earphone wireless┬ádan dr Andrew Halim Sp THT KL 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Earphone wireless sekarang sedang digandrungi masyarakat, namun polemik tentang efek earphone wireless terhadap kesehatan masih menjadi perdebatan sampai saat ini.

Menurut dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT), dr Andrew Halim Sp THT KL bahaya tentang penggunaan earphone wireless memang sudah menjadi polemik di berbagai negara.

“Mengenai penggunaan earphone wireless memang sudah menjadi polemik di berbagai negara, berbagai ahli sudah menyuarakan bahwa earphone wireless itu mengandung gelombang radiasi yang berpotensi membawa dampak buruk bagi manusia yang mendengarkannya,”papar dokter Yang juga menjadi pemilik klinik THT terpadu Malang.

Namun ia juga menjelaskan bahwa radiasi yang ada dalam earphone wireless merupakan radiasi yang mempunyai level rendah.

“Radiasi yang levelnya rendah apakah radiasi earphone wireless yang non pengion ini juga membawa dampak buruk kepada manusia ? ,hal ini yang masih harus diteliti lebih lanjut,”ujarnya.

Dr Andrew menambahkan bahwa penelitian terhadap dampak buruk yang diakibatkan oleh earphone wireless ini memang cukup rumit.

Menurutnya dampak buruk potensial yang mungkin terjadi karena penggunaan earphone wireless yaitu seperti kanker atau gangguan memori penyebabnya adalah Multifaktorial.

“Contohnya kanker, kanker dapat disebabkan oleh kombinasi dari infeksi virus, perokok,dan juga paparan terhadap radiasi dan ini yang menyebabkan penelitiannya menjadi cukup rumit,”terangnya.

Tetapi yang jelas dr Andrew menyarankan agar masyarakat tidak menggunakan earphone wireless terlalu lama, karena yang perlu dikhawatirkan sebenarnya adalah efek dari paparan bising atau bunyi terhadap kesehatan pendengaran seseorang.

“Paparan terhadap suara yang keras yang terlalu lama akan merusak sel rambut di koklea sel rambut di koklea ini adalah alat atau organ dalam tubuh yang berfungsi untuk merubah gelombang suara menjadi listrik yang kemudian dapat masuk ke sel saraf untuk ditransmisikan ke otak,paparan suara bising yang berlebihan akan membuat sel rambut koklea ini rusak dan menyebabkan orang menjadi tuli,”tuturnya.

Terakhir,dr Andrew menyarankan untuk suara sebesar 105 desibel sebaiknya hanya boleh didengarkan selama 1 jam karena jika melebihi dari 1 jam kemungkinan akan terjadi kerusakan pada sel rambut koklea.

Penulis: Bella Ayu Kurnia Putri
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved