Malang Raya

Mahasiswa Bidik Misi Universitas Negeri Malang Lakukan Pengabdian Masyarakat Di Ampelgading

Para mahasiswa peserta kegiatan berkunjung dan membantu pekerjaan petani sayur, peternak kambing, dan petani salak.

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Kegiatan Formadiksi Universitas Negeri Malang (UM) pada warga Dusun/Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang untuk program pengabdian masyarakat. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Formadiksi (Forum Mahasiswa Bidik Misi) Universitas Negeri Malang (UM) menjalankan kegiatan bermasyarakat di Dusun/Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang pekan lalu selama empat hari.

Kegiatan program kerja mereka dilabeli FUN #7 (Formadiksi Untuk Negeri yang ke-7).

Programnya antara lain seperti JAM (Jika Aku Menjadi), di mana dalam kegiatan ini relawan merasakan bagaimana melakukan mata pencaharian warga desa setempat.

Dijelaskan Subur Hariono, selaku Pembina Teknis Formadiksi UM dalam rilis yang dikirim ke SURYAMALANG.COM, Rabu (18/12/2019), kegiatan ini sebagai proses belajar dan bergaul dengan masyarakat.

"Mereka bisa mengembangkan kemampuan serta menerapkan ilmu yang telah dipelajari di kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Para mahasiswa peserta kegiatan berkunjung dan membantu pekerjaan petani sayur, peternak kambing, petani salak.

Selain itu juga ada sosialisasi pentingnya dunia pendidikan dan manajemen organisasi yang diikuti oleh pemuda desa setempat.

"Ada juga bimbingan belajar, mengaji, menari, serta beberapa lomba seperti lomba tartil dan mewarnai yang diikuti oleh anak-anak di desa dan pembagian sembako," kata Subur.

Selain itu juga ada sosialisasi pengolahan kopi yang dihadiri perangkat desa dan gapoktan, ibu PKK dll.

Kopi adalah potensi besar yang menjadi produk unggulan di Desa Mulyoasri.

Ada 5000 petani Desa Mulyoasri menanam bibit kopi arabika.

Tapi pengolahannya masih rendah. Karena itu mereka hanya menjual biji kopi. Belum pada pengolahan bubuk kopi.

Sosialisasi pengolahan kopi dilakukan oleh Mustakhim SPd I, petani kopi dan pemilik kedai kopi di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

“Kopi memiliki penikmat yang sangat banyak. Dari kawula muda hingga tua kopi menjadi minuman yang sangat disukai. Bukan hanya sekadar kenikmatan cita rasanya, namun aromanya pun menjadi ciri khas pada setiap jenis kopi," jelas Mustakhim pada mereka.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved