Fakta Lengkap Mahasiswa UNSIKA Terjebak di Goa Lele, Dari Penyebab Hingga Kronologi
Sejumlah Mahasiswa UNSIKA terjebak di Goa Lele, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, tiga orang meninggal dunia.
Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM - Sejumlah Mahasiswa UNSIKA terjebak di Goa Lele, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang.
Tiga mahasiswa terjebak di Goa Lele itu kini telah meninggal dunia, ketiganya merupakan mahasiswa pecinta alam atau MAPALA Universitas Singaperbangsa Karawang atau UNSIKA.
Tewasnya tiga mahasiswa UNISKA ini diketahui ada hubungannya dengan hujan deras yang turun di area setempat.
Berikut ini fakta-fakta lengkapnya berdasarkan informasi yang dihimpun oleh SURYAMALANG.
1. Berawal dari Hujan Deras
Diketahui, awal mula kejadian itu yakni ketika hujan deras menimpa kawasan tempat Mapala UNSIKA itu sedang melakukan kegiatan.
Hujan deras itu terjadi pada pukul 13.00 WIB. Hal itulah yang menyebabkan mahasiswa itu terjebak di dalam Goa Lele.
Para korban korban mengalami hal tragis ketika sedang melakukan kegiatan pendidikan Mapala.
Ketiga mahasiswa UNSIKA terjebak di dalam Goa Lele yang berlokasi di Kampung Tanah Beueum, Desa Tamansari pada Minggu (22/12/2019).
2. Tiga Orang Meninggal Dunia
Berikut identitas Mapala UNSIKA yang meninggal seperti dikutip dari Tribun Jabar dalam artikel berjudul 'Awal Mula 3 Mahasiswa UNSIKA Meninggal Terjebak di Goa Lele Karawang, Ini Identitas Lengkapnya'.
- Erisa Rifan, mahasiswa Fakultas Keguruan.
Alamat mahasiswa berusia 20 tahun ini di Kampung Parungtangjung, Cicadas, Bogor.
- Ainan Fatmatuzzaroh, mahasiswa berusia 19 tahun dari Fakultas Kesehatan.
Alamatnya di Desa Bojanegara, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara.
- Alief Rindu atau data terbaru nama yang tercantum adalah Arif Rindu Arrafah.
Ia adalah mahasiswa Fakultas Keguruan yang berusia 18 tahun.
Alamatnya di Griya Parungpanjang, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor.
3. Mahasiswa yang Turut Terjebak
Masih dilansir dari sumber yang sama, disebutkan selain tiga mahasiswa yang meninggal, ada Mapala lain yang juga sempat terjebak di Goa Lele, Karawang.
Mereka adalah Dimas Rizky Kurniawan, M Ihsan, Hipni Zuhaepi, dan Evo Rahmat Yulistiadi.
Kejadian Lain Terjebak Kebakaran, Berlindung di Goa
Pengalaman berada di lokasi kebakaran Gunung Ciremai, Majalengka, Jawa Barat mungkin tak akan terlupakan oleh Juned (54).
Ia adalah warga Blok Babakan Kulon yang mengaku pertama kali mengetahui Gunung Ciremai kebakaran.
Peristiwa Serupa
Peristiwa terjebak dalam goa juga pernah terjadi di Thailand, kejadian ini menimpa sekelompok tim sepakbola remaja.
Sebanyak 12 pemain sepak bola remaja dan pelatih mereka yang berusia 25 tahun ditemukan selamat di dalam goa, di Thailand, setelah selama 9 hari hilang.
"Kami menemukan 13 orang, semuanya selamat. Kami akan memberi perhatian penuh sampai mereka bisa dipindahkan," kata gubernur setempat, Narongsak Osottanakorn, Senin (2/7/2018).
Bocah laki-laki usia 11 hingga 16 tahun dan pelatih mereka ditemukan berkerumun di anjung, yang letaknya di dalam gua Tham Luang oleh pasukan khusus angkatan laut Thailand.
Dalam rekaman video durasi 4 menit 57 detik yang dirilis regu penyelamat menunjukkan, anak-anak tersebut masih mengenakan seragam sepak bola.
Mereka terlihat sedang duduk dan berdiri di tanah kering dekat hamparan air. Seorang penyelam yang melakukan misi penyelamatan dan menemukan mereka menanyakan berapa banyak orang dalam kelompok itu.
"Kalian di sana ada berapa orang?" katanya.
Seseorang dari mereka menjawab, ada 13 orang.
"13? Luar biasa. Kalian sudah ada di sini selama 10 hari. Kalian sangat kuat," ucap seorang tim penyelamat.
Salah seorang dari para bocah tersebut mengatakan bahwa dia lapar, sementara yang lain menyampaikan terima kasih kepada tim penyelamat.
"Ketika tim medis memeriksa mereka, kondisi kesehatan mereka dalam kondisi baik. Kami akan memberi perhatian penuh sampai mereka cukup kuat untuk bergerak dari sana," ucap Narongsak.
Otoritas terkait menyebutkan bakal ada proses yang rumit untuk mengeluarkan mereka dari dalam goa.
Tim sepak bola itu telah hilang sejak 23 Juni 2018.
Petunjuk tentang keberadaan mereka adalah sepeda dan sepatu yang ditemukan di luar pintu masuk kompleks goa, termasuk jejak telapak tangan pada dinding goa.
Pakar dari Amerika Serikat, Australia, China, dan Inggris terus membantu dalam upaya pencarian dan evakuasi.
Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha menyampaikan terima kasih kepada pakar dan tim penyelamat.
"Pemerintah Kerajaan Thailand dan masyarakat berterima kasih atas dukungan dan kerja sama ini, dan kami semua berharap tim akan mendapatkan pemulihan yang aman dan cepat," kata Prayuth dalam sebuah pernyataan.
Kompleks goa Tham Luang memang rentan terhadap banjir besar selama musim hujan di Thailand, yang berlangsung dari Juni hingga Oktober.
Tim penyelamat sekarang sedang meninjau cara terbaik untuk mengeluarkan anak-anak itu dari goa.
Sementara, beberapa upaya dilakukan untuk memompa air keluar dari gua, mengalihkan air tanah di dekatnya atau menemukan jalan keluar alternatif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/mahasiswa-terjebak-di-goa-lele.jpg)