Malang Raya

Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang Bikin Aplikasi Sistem Otomatisasi Sampah Terpadu (Sobat)

Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang Bikin Aplikasi Sistem Otomatisasi Sampah Terpadu (Sobat)

Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang Bikin Aplikasi Sistem Otomatisasi Sampah Terpadu (Sobat)
SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Tiga mahasiswa Prodi Teknik Komputer Filkom Universitas Brawijaya (UB) Malang membuat aplikasi Sistem Otomatisasi Sampah Terpadu (SOBAT).

Mereka adalah Cakra Bhirawa, Aldi Arrafi, dan M Naufal Aziz.

"Selama ini menimbang sampah repot dan perlu waktu lama," jelas Aldi pada SURYAMALANG.COM beberapa waktu lalu.

SOBAT memakai tong sampah biasanya. Namun di dalamnya antara lain ada sensor seperti sensor berat untuk menimbang dan ada semacam LCD sehingga bisa diketahui berat dan nilai rupiahnya.

Namun konsep ini untuk bank sampah tidak untuk tabungan pribadi namun lembaga. Sehingga tinggal menjual ke pengepulnya.

"Untuk hasilnya (nilai uangnya) konsepnya e money," kata dia.

Pembuatan alat ini pernah meraih juara 2 tingkat nasional pada kategori smart device yang diikuti oleh sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dimana UB jadi tuan rumah.

Ditambahkan Aziz, sebagai prototipe memang buat sampah kering dan sudah dipisah-pisah.

Misalkan untuk menimbang kertas dan botol. Sedang kapasitas sampahnya tergantung pada ukuran bak sampah. Bisa 5 kg, 10 kg.

Tinggal membeli bak sampai sesuai keinginan. Cara kerjanya simpel. Tinggal memasukkan ke bak sampah dan ketahuan berat dan nilainya.

Selama ini konsep di bank sampah di masyarakat, per anggota bank sampah menimbangkan sampah yang dibawanya ke petugas.

Misalkan kertas-kertas ditimbangkan berapa kg, botol plastik berapa kg. Kemudian dicocokkan dengan harga di tabel dan dihitung manual.

Setelah itu dituliskan di buku simpanan anggota. Ada juga bank sampah di masyarakat yang tiap bulan dipajang informasi mengenai total uang simpanan hasil menjual barang-barang bekas seperti kertas dan botol minuman dsb.

Menurut mereka, dengan konsep Internet of Things (IoT) tempat sampah biasa bisa dikoneksikan dengan internet. Sehingga pendataan juga bisa cepat dilakukan meski jumlah sampah yang dibawa hanya sedikit.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved