Kabar Trenggalek

Guru Spiritual di Trenggalek Beri Anak Buahnya Uang 300 Ribu untuk Sewa Purel, Endingnya Masuk Sel

Guru Spiritual di Trenggalek Beri Anak Buahnya Uang Rp 300 Ribu untuk Booking Purel, Endingnya Masuk Penjara

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
Tersangka Ateng ketika ditanyai di Mapolres Trenggalek, Senin (30/12/2019). 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Misdiyanto alias Ateng, warga Desa Bogoran, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek mengaku bisa mendatangkan uang dan mengubah uang palsu menjadi asli serta menggandakannya.

Ia ditangkap karena mengedarkan uang palsu lewat perantara.

Ateng selama ini dikenal sebagai guru spiritual.

Oleh para "murid"-nya, Ateng dikenal memiliki kesaktian khusus ikhwal penggandaan uang.

Polisi Trenggalek menangkap Ateng setelah sebelumnya ia memberi uang palsu Rp 300.000 kepada dua orang.

Uang itu untuk jasa mencarikan pemandu lagu alias Purel.

Uang palsu diberikan kepada dua orang anak buahnya.

Dua orang ini membelanjakan uang tersebut ke warung di Tulungagung.

Sang pemilik warung yang merasa curiga bahwa uang yang dibayarkan palsu, melaporkan ke polisi setempat.

Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus di Tulungagung.

"Dari situ, tim mengamankan dua saksi. Hasil interogasi, ternyata dua saksi tidak tahu bahwa uang yang dibelanjakan dia adalah uang palsu," kata Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, saat ungkap tangkapan, Senin (30/12/2019).

Polisi pun mendalami temuan itu.

Mereka menemukan fakta bahwa uang tersebut didapat dari Ateng.

Ketika menggeledah tempat tinggal Ateng, polisi menemukan lima lembar uang palsu lain pecahan Rp 50.000-an.

Uang itu, menurut keterangan polisi, didapat dari seseorang yang kini ditetapkan sebagai daftar pencarian orang.

Ateng dijerat dengan Undang-Undang RI Nomor 7/2017 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved