Malang Raya

Refleksi Akhir Tahun, Fisip UB Malang Bahas Ancaman Radikalisme di Indonesia

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Refleksi akhir tahun diselenggarakan oleh Fisip Universitas Brawijaya (UB) Malang, Senin (30/12/2019).

Refleksi Akhir Tahun, Fisip UB Malang Bahas Ancaman Radikalisme di Indonesia
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Kegiatan refleksi akhir tahun tentang radikalisme di Fisip Universitas Brawijaya Malang, Senin (30/12/2019). 

"Saya apresiasi pada media yang memberikan informasi seperti cek fakta. Sehingga tidak terlena pada lembah hoaks," ujarnya.

Maka dijelaskan potensi radikalisme 2020 masih ada. Tergantung pada pemahaman agama, ekonomi dan politik, serta tingkat literasi masyarakat.

Beberapa solusinya yaitu perlu pendidikan literasi bermedia sosial perlu ditingkatkan, pemblokiran situs radikal, tetapi, dengan memberikan alasannya.

"Selama ini biasanya media hanya diberi rilis saja," jelas dia.

Langkah lainnya yaitu meningkatkan komunikasi budaya lokal dalam beragama. Kemudian kurikulum pendidikan agama lebih diarahkan pada perwujudan nilai-nilai hablumminannas dan menggandengkannya dengan Pancasila.

Serta kesadaran elit untuk beragama dalam berpolitik. Bukan politik dalam beragama. Sedang Ali Maksum membeber beberapa fenomena pada 2019 terkait radikalisme.

Seperti ledakan bom bunuh diri di Mapolresta Medan, ledakan bom bunuh diri di Kertasuro, aksi menolah hormat bendera merah putih oleh siswa SMP di Batam karena keyakinan berbeda, kerusukan di Papua dan Penusukan Wiranto.

"Selain itu sejumlah kampus juga terpapar radikalisme dari hasil penelitian," kata Ali. Kampus besar seperti UB juga disebut bersama tujuh kampus lainnya. "Bisa jadi pengaruh lingkungan di luar kampus," kata Ali pada wartawan usai acara.

Sebab di kampus juga tidak mengajarkan seperti itu. Sedang untuk materi-materi dakwah di masjid-masjid di kampus UB juga sudah diseleksi.

Sedang untuk menangkal radikalisme maka perlu tindakan preventif yaitu meneguhkan modernisasi Islam Indonesia, menanamkan jiwa nasionalisme, berpikir terbuka, berjejaring dalam komunitas positif dan menjalankan aktivitas keagamaan dengan toleran.

Halaman
123
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved