Viral Video Anak SD Dilabrak Orang Tua Temannya Saat Rapotan, Ini Kronologinya
Belum lama ini beredar video viral anak SD dilabrak orang tua temannya.
Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM - Belum lama ini beredar video viral anak SD dilabrak orang tua temannya.
Tak hanya dilabrak, anak SD tersebut juga ditempeleng oleh orang tua temannya tersebut.
Peristiwa ini rupanya terjadi di Makassar pada 20 Desember 2019 kemarin.
Saat ini wanita yang melabrak anak SD tersebut telah ditangkap Polisi di rumahnya, hari Minggu kemarin.
Berikut ini kronologinya berdasarkan informasi yang dihimpun oleh SURYAMALANG.
1. Berawal dari Video Viral
Peristiwa ini sempat menghebohkan karena seseorang memvideokan detk-detik saat sang ibu ini menempeleng tepat di wajah bocah SD yang malang tersebut.
Videonya menjadi viral dan membuat geram warganet yang menontonnya.
M (41), nama ibu ini tega menempeleng wajah DA (8), murid SD kelas 2 SD Sipala Makassar saat pembagian rapor.
M tak terima DA yang secara tak sengaja melukai anak M, yang juga teman sekelas DA.
M yang emosional mendatangi DA lantas menempelengnya sebanyak dua kali.
2. Berawal dari Gagang Sapu Ijuk
Penamparan itu buntut dari kejadian yang menimpa anak M yang juga teman sekelas DA saat bermain dengan DA.
Kala itu, pada tanggal 20 Desember lalu, DA menyapu ruangan kelas dengan menggunakan sapu ijuk yang tanpa disadari gagang sapu yang dipakainya itu mengenai anak M.
"Anak pelaku tersebut menyampaikan kepada ibunya. Pada tanggal 28 Desember 2019 (waktu kejadian) pelaku datang di sekolah kemudian menemui korban yang selanjutnya menganiaya korban," ujar Indratmoko.
3. Orang Tua Korban Melapor
DA dan orangtuanya sudah mendatangi kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar dan menceritakan pengalaman kekerasan yang dialaminya.
DA mengatakan, penamparan yang dilakukan ibu temannya itu terjadi saat guru tidak berada di dalam kelas, tepat sebelum penerimaan rapor berlangsung.
Ia mengakui telah melukai anak M karena tak sengaja sewaktu menyapu kelas pada 20 Desember lalu.
"Di dalam kelas acara penerimaan rapor. Tidak ada guru, teman ji (hanya teman). Itu ibu langsung masuk bilang siapa anu (pukul) anakku. Saya bilang, saya tante. Jadi pergi di dekatku langsung tampar dua kali," kata DA saat ditemui Kompas.com, Minggu (29/12/2019).
4. Pelaku Sempat Ditegur
Ia mengatakan, gurunya sempat menegur perilaku M saat mengetahui kejadian yang menimpa muridnya itu.
Namun, kata DA, M hanya terdiam.
Dalam video, ibu yang mengambil video tersebut, juga terdengar menegur keras perilaku M yang menempeleng anak kecil.
"Eh ibu jangki (jangan) pukul mukanya orang bu!" kata ibu yang mengambil gambar terkaget.
M yang menyadari aksi tak terpujinya ternyata divideokan, berusaha menghindar.
5. Korban Trauma
Sementara itu, sepupu DA, Afia (21), mengatakan, akibat penamparan itu, DA mengalami trauma.
Bahkan DA hingga kini masih merasakan sakit bekas tamparan M.
"Kondisinya selalu termenung, melamun mungkin masih terbayang apa yang dilakukan ibu itu. Saya sempat tanya, dia bilang masih sakit sampai sekarang," kata Afia.
Afia berharap polisi tidak melepas kasus ini, dan berharap M mendapat hukuman sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
"Kami sudah menyerahkan ke pihak kepolisian. Jadi biar polisi yang menanganinya. Sesuai hukumlah biar tidak terjadi lagi. Ibu-ibu yang lain yang tidak seenaknya dengan anak kecil," ujar Afia.
6. Pelaku Ditangkap
M akhirnya ditangkap polisi di rumahnya, Minggu kemarin.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko mengatakan, dari pemeriksaan, M mengaku menampar DA sebanyak dua kali hingga DA mengalami luka memar di bawah mata kiri.
"Pelaku mengakui telah melakukan kekerasan atau penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan telapak tangan sebanyak dua kali di bagian wajah," kata Indratmoko, saat dikonfirmasi, Minggu (29/12/2019).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/anak-sd-dilabrak-orang-tua-temannya.jpg)