Kabar Madiun

Hii Jijik, Kondom Bekas Berserakan di Jalanan Kota Madiun

warga Kota Madiun, mengeluhkan banyaknya kondom bekas pakai yang dibuang di pinggi Jalan Serayu Timur X, Kelurahan Pandean Kecamatan Taman

Hii Jijik, Kondom Bekas Berserakan di Jalanan Kota Madiun
SURYAMALANG.COM/Rahadian Bagus
Kondom bekas berserakan di Kota Madiun 

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Sejumlah warga Kota Madiun, mengeluhkan banyaknya kondom bekas pakai yang dibuang di pinggi Jalan Serayu Timur X, Kelurahan Pandean Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Kondom bekas yang sudah dipakai itu tampak berceceran di kanan kiri jalan di Jalan Serayu Timur X, tak jauh dari komplek ruko Grosir Madiun (PGM), Kota Madiun.

Pantauan di lokasi, Selasa, (31/12/2019) pagi, tampak sejumlah bungkus kondom berwarna merah bertuliskan Sutera yang sudah tidak ada isinya berseraka di tepi jalan.

Selain itu, ada beberapa kondom bekas pakai yang tersebar, berserakan di pinggir jalan.

Seorang warga setempat, Tuminem (57) mengaku jijik melihat kondom bekas berserakan di pinggir jalan.

Apalagi tak jauh dari lokasi terdapat perumahan dan anak-anak.

"Setiap pagi saya lewat sini, jijik kalau lihat. Apalagi banyak anak-anak kan," katanya.

Sementara itu, Bayu Agung, Ketua RT46/RW15, Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Madiun, mengatakan, memang kerap dijumpai kondom bekas pakai di jalan tersebut.

"Sudah lama, beberapa tahun yang lalu. Hampir tiap bulan pasti ada. Kemungkinan orang mau membuang limbah itu tapi jatuh tercecer," kata Bayu.

Dia menuturkan, tak jauh dari lokasi ditemukannya kondom bekas itu memang terdapat sebuah lahan kosong yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah.

"Timurnya ruko itu kan ada lahan yang kosong, dipakai tempat membuang sampah. Mungkin mau dibuang di situ tapi tercecer," jelasnya.

Dia mengatakan, sejumlah warga perumahan yang melintas jalan tersebut meras jijik melihat kondom bekas pakai tersebut.

Namun, ia juga tak bisa berbuat apa-apa karena tidak mengetahui siapa yang membuang kondom itu.

"Sebetulnya jijik, jangankan anak-anak, kami yang orangtua juga gilo (jijik). Tapi kami mau negur ke mana," ujarnya.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved