Breaking News:

Kabar SUrabaya

Imigrasi Surabaya Deportasi 117 WNA Selama 2019, Mayoritas dari Tiongkok

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya mendeportasi 117 Warga Negara Asing (WNA) dari Surabaya selama 2019.

Penulis: faiq nuraini | Editor: Zainuddin
surya/imam taufiq
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya mendeportasi 117 Warga Negara Asing (WNA) dari Surabaya selama 2019.

Orang asing itu dikembalikan ke negaranya karena masuk ke Surabaya tanpa didukung dokumen yang jelas.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Surabaya, Barlian menyebutkan orang asing itu diusir karena peyalahgunaan dokumen dan izin tinggal.

“Total ada 144 WNA yang melanggar peraturan keimigragian.”

“Banyak yang pakai visa wisata, ternyata di sini bekerja di industri atau pelanggaran lain,” jelas Barlian kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (1/1/2020).

Selama 2019, Kantor Imigrasi rutin mengawasi pergerakan dan aktivitas orang asing, baik di Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto.

Barlian menyebut 144 WNA itu melanggar UU 6/2011.

Selain mengusir atau mendeportasi ke negara asal, sebanyak 11 WNA dilarang berada di wilayah tertentu dan sebanyak 16 WNA sudah langsung dikenakan denda.

Dari jumlah WNA yang melanggar peraturan keimigrasian itu, 55 orang berasal dari Tiongkok, 18 orang asal Malaysia, dan sembilan orang dari Thailand.

Sedangkan untuk Izin Tinggal Keimigrasian (ITK) sepanjang tahun 2019 sebanyak 5.063 izin tinggal WNA. Yakni izin Tinggal Kunjungan (ITK) sebanyak 1.826. Yang terbanyak adalah Tiongkok, Korea Selatan, dan Thailand.

Selain itu ada pula Izin Tinggal Terbatas (ITAS) sebanyak 3.135 WNA. Paling bayak tetap Tiongkok disusul Jepang, dan Korea Selatan.

Kantor Imigrasi juga menerima Izin Tinggal Tetap untuk 102 WNA, yakni asal Tiongkok, Korea Selatan, dan Taiwan.

Biasanya melakukan perkawinan campur atau menikah dengan orang sini.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved