Sabtu, 25 April 2026

Malang Raya

Cara Sutiaji untuk Mengantisipasi Bencana Banjir di Kota Malang

Wali Kota Malang, Sutiaji tidak ingin Kota Malang menjadi kota terdampak banjir.

SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko melakukan bersih-bersih sampah di bawah Jembatan Gadang, Kota Malang dalam rangka launching GASS pada Jumat (27/12/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Wali Kota Malang, Sutiaji tidak ingin Kota Malang menjadi kota terdampak banjir.

Sutiaji memiliki sejumlah cara untuk mengantisipasi banjir di Kota Malang, seperti melalui Gerakan Angkut Sampah dan Sediman (GASS), dan Tim Satgas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Malang.

“Kami akan kuatkan GASS. Kami giatkan terus-menerus di setiap minggunya,” ucap Sutiaji kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (3/1/2020).

GASS telah diluncurkan pada 27 Desember 2019 lalu dengan melakukan pembersihan di lima lokasi di Kota Malang.

Sutiaji menyampaikan saat ini ada enam titik yang menjadi perhatian khusus giat pembersihan di Kota Malang.

Kegiatan bersih-bersih ini akan dilakukan secara rutin di setiap Jumat.

Dengan melibatkan seluruh ASN di lingkungan sekitarnya dan juga tokoh masyarakat.

“Sebenarnya masih ada sumbatan-sumbatan yang harus dibersihkan. Agar tidak ada air yang menggenangi jalan dan menjadi penyebab utama terjadinya banjir,” ucapnya.

Orang nomor satu di Kota Malang itu juga meminta agar masyarakat juga ikut bergerak dan lebih peduli terhadap lingkungan di sekitarnya.

Dengan begitu, GASS ini bisa menjadi gerakan bersama yang dilakukan bersama masyarakat Kota Malang.

“Jadi gerakan ini harus dibarengi dengan gerakan secara masiv oleh masyarakat juga.”

“Di samping GASS ini, tim satgas Dinad PUPR juga terus keliling untuk membersihkan sumbatan-sumbatan,” tandasnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved