Tips

Waspadai Bahaya Micro Sleep Saat Berkendara, Dampaknya Bisa Sangat Fatal

Banyak kecelakaan terjadi akibat pengemudi dalam kondisi lelah dan mengantuk.

Waspadai Bahaya Micro Sleep Saat Berkendara, Dampaknya Bisa Sangat Fatal
Ist
ILustrasi kecelakaan. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Banyak kecelakaan terjadi akibat pengemudi dalam kondisi lelah dan mengantuk.

“Atau istilahnya micro sleep,” kata I Komang Ferry, pengamat otomotif dari Darma Safety Drive kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (02/01/2020).

Menurutnya, micro sleep adalah pengemudi sudah pada puncak kelelahan.

“Tapi si pengemusi dipaksa tetap konsentrasi fokus untuk mengemudi. Padahal otak dan otot tubuh sudah sangat lelah,” kata Komang.

Karena terus memaksa mengemudi, pengemudi akan merasa mengantuk yang luar biasa.

Akibatnya mata tetap melek tapi  saraf otak, otot mereaksikan sangat lambat. Sampai kehilangan kesadaran. 

“Mata melek tapi otaknya tidur,” tukas pria yang juga Kabid Roda 4 IMI Jatim.

Micro sleep tidak seperti tidur biasa, dimana suatu kejadian hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang karena merasa lelah atau mengantuk.

Micro sleep bisa berlangsung hanya beberapa detik.

Tapi, dampaknya sangat fatal ketika mengemudi atau mengendarai motor yang dituntut harus konsentrasi tinggi.

Bila micro sleep terjadi ketika berkendara, maka peluang terjadinya kecelakaan sangat besar dan berisiko tinggi.

Idealnya, bila pengemudi atau pengendara telah merasakan tanda micro sleep, sebaiknya mencari tempat yang aman untuk istirahat sejenak.

““Istirahat yang cukup, tidur sekitar 45 sampai 60 menit,” kata Komang.

Selain itu perlu juga untuk minum dengan minuman yang mengandung isotonik.

Untuk makanan, sebaiknya perbanyak makan  buah buahan, dan hindari makanan yang berat atau mengandung minyak.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved