Kabar Jakarta

Kronologi Kematian Satu Keluarga Keracunan Setelah Banjir Jakarta Melanda, Terbujur Kaku di Rumah

Kronologi kematian satu keluarga keracunan setelah banjir Jakarta melanda, ditemukan terbujur kaku di dalam rumah.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
Suryamalang.com/kolase WartaKota/Net
Kronologi Kematian Satu Keluarga Keracunan Setelah Banjir Jakarta Melanda, Terbujur Kaku di Rumah 

SURYAMALANG.COM - Kronologi kematian satu keluarga keracunan pasca banjir Jakarta melanda diduga karena asap genset. 

Kematian satu keluarga yang terjadi di Jalan Kayu Mas Selatan, Pulo Gadung, Jakarta Timur itu menewaskan 4 orang. 

Saat ditemukan, kondisi satu keluarga itu sudah terbujur kaku di rumahnya pada pukul 23.00 Selasa (2/1/2020).

Satu keluarga tewas itu terdiri dari Mahmudi (35), Ayu Maryana (29), Selvia (9) dan Maheza (5). 

Mayat korban ditemukan langsung oleh Imam Jumhari (47) yang merupakan keluarga atau kakak ipar dari korban Mahmudi. 

Dikutip SURYAMALANG.COM dari Warta Kota berikut rangkuman kronologinya:

1. Listrik Padam

Imam Jumhari, kakak ipar korban keracunan gas buang genset saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (3/1/2020).
Imam Jumhari, kakak ipar korban keracunan gas buang genset saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (3/1/2020). (Wartakotalive/Rangga Baskoro)

Imam Jumhari menceritakan bahwa sejak Senin pagi, listrik di kawasan Pulo Gadung dipadamkan secara menyeluruh saat banjir melanda kawasan Jakarta.

Namun demikian, permukimannya tak terendam banjir.

Mahmudi kemudian menyalakan mesin genset yang biasa digunakannya untuk menghidupkan mesin pemutar pembuat gulali.

"Dia memang punya genset buat jualan gulali. Dari jam 7 pagi dinyalakan. Ditaruh di dalam belakang pintu, rumah. Karena waktu itu semuanya masih mati lampu," kata Imam di lokasi dikutip dari Warta Kota. 

Imam Jauhari memang biasa mengunjungi kontrakan keluarga adiknya yang tinggal bersebelahan saja.

2. Genset Menyala Hingga Malam 

lustrasi Genset -
lustrasi Genset - (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN )

Kala itu, baik Mahmudi dan Ayu sedang sibuk mengerjakan kerajinan Ondel-ondel.

Genset masih terus menyala hingga pukul 22.00 WIB.

Imam Jumhari kemudian pulang ke rumah, keluarga Mahmudi pun bergegas tidur lantaran hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Imam Jumhari tak menyangka bahwa momen tersebut menjadi pertemuan terakhirnya bersama 4 korban.

"Itu terakhir saya ketemu, terus saya masuk rumah. Genset itu kan suaranya keras sekali. Jam 3 pagi pas tanggal 2, saya kebangun, sudah enggak ada suara gensetnya mati. Mungkin kehabisan bahan bakar," ucapnya.

3. Listrik Menyala Selasa Pagi 

Ilustrasi listrik menyala.
Ilustrasi listrik menyala. (Pixabay.com )

Listrik kembali dinyalakan pukul 08.00 WIB, Selasa (2/1/2020). Imam tak sempat mengunjungi para korban lantaran kesibukannya.

Namun, listrik di rumah Mahmudi padam lantaran kehabisan token.

Saat itu Imam tak menaruh kecurigaan dan mengira bahwa 4 anggota keluarganya tersebut masih tidur.

Imam Jumhari baru kembali ke rumahnya pada pukul 23.00 WIB.

4. Satu Keluarga Terbujur Kaku 

Ilustrasi tewas
Ilustrasi tewas (Kompas.com)

Sehabis pulang dari acara hajatan, Imam sengaja membawa nasi berkat untuk para korban.

Setelah masuk dengan mendobrak pintu rumah, Imam mendapati 4 orang korban sudah terbujur kaku di atas tempat tidur dengan posisi berjajar. 

"Kok masih ditutup pintunya, padahal listrik sudah nyala. Terus saya ketuk-ketuk, enggak ada suaranya. Saya bobol pintunya, terus saya pegang kakinya sudah dingin," katanya.

Imam kemudian berteriak dan memanggil para warga untuk meminta bantuan.

5. Dilakukan Otposi 

Ilustrasi - Pembunuhan sadis dan mengecor mayat korban.
Ilustrasi - Pembunuhan sadis dan mengecor mayat korban. (surya/tribunnews.com)

Anggota dari Polsek Pulo Gadung kemudian tiba di lokasi pada pukul 01.00 WIB.

Jenazah keempatnya kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilalukan otopsi.

6. Penjelasan Pengamat Kimia 

ilustrasi zat berbahaya
ilustrasi zat berbahaya (Net )

Pengamat Kimia LIPI Irwan Pudjiono mengatakan asap genset berancun dan berbahaya jika langsung terhirup oleh manusia, untuk itu ia mewanti-wanti agar genset diletakkan di luar ruangan.

Menurut Irwan, asap yang dikeluarkan dari mesin genset mengandung zat karbon monoksida.

Karbon monoksida atau dalam rumus kimia disebut CO, dihasilkan dari pembakaran tak sempurna dari senyawa karbon, sering terjadi pada mesin pembakaran dalam.

"Jadi asap yang dikeluarkan mesin genset itu CO beracun dan akan membentuk senyawa permanen dalam darah. Jadi darah tidak mampu menyerap oksigen, sehingga kekurangan oksigen," kata Irwan saat dikonfirmasi, Jumat (3/1/2020).

Menurut Irwan, Karbon monoksida mudah terbakar dan bersifat racun.

Sangat berbahaya dan berefek lebih cepat pada seseorang yang memiliki riwayat penyakit pernafasan ditambah darah tak dapat menyerap oksigen.

Apalagi jika genset tersebut diletakan di dalam ruangan tertutup, sehingga jika terhirup akan mempengaruhi kondisi darah di dalam tubuh, bahkan meski efeknya pusing namun jika terhirup dengan jumlah banyak akan membuat seseorang tak sadarkan diri.

"Efeknya sangat cepat, karena langsung merusak darah. Selama sadar pasti ada reaksi pusing sebentar, tapi kalo udah terhirup banyak itu efeknya pingsan tidak sadarkan diri," katanya.

Jika seseorang terpapar asap yang dikeluarkan mesin genset maka yang harus dilakukan segera keluar ruangan mencari udara segar. Sehingga darah dapat kembali menyerap oksigen.

"Genset harus ditaro diluar ruangan itu yang paling penting. Jangan sampai berada di dalam ruangan karena sangat berbahaya," ucapnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved