Jawa Timur

Tingkat Kunjungan Wisman di Jawa Timur Alami Penurunan, Data BPS Jatim Januari-November 2019

Diperkirakan faktor tahun pemilu bisa menjadi penyebab sementara terkait penurunan kunjungan wisatawan di Jatim ini

Hayu Yudha Prabowo
Belasan wisatawan mancanegara (Wisman) asal Jerman saat berwisata di kawasan Alun-alun Tugu dan Balai Kota Malang, Senin (15/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - BPS Jatim melaporkan bahwa tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) yang berkunjung ke Jawa Timur sepanjang tahun 2019 mengalami penurununan dibandingkan tahun 2018, khususnya pada bulan Januari hingga November.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Satrio Wibowo selaku Kepala Bidang Distribusi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim di Kantor BPS Jatim, Jalan Raya Kendang Sari Surabaya, Senin (6/1/2020).

Dikatakannya, tingkat kunjungan wisata mancanegara tersebut turun sebesar 22,54 persen.

BPBD Jatim Sebut 459 Bencana Alam Terjadi Di 2019, Awas Ada 11 Ancaman Bencana Alam & 1 Likuifaksi

Berita Arema Hari Ini Populer, Update Bursa Transfer dan Komentar Manajemen Soal Makan Konate

3 Foto Jadul Nia Ramadhani Sebelum Dinikahi Ardi Bakrie, Bandingkan Potret Suami dengan Mantan Pacar

Lebih lanjut Satrio menerangkan, angka persentase tersebut diambil dari data jumlah kedatangan wisatawan mancanegara yang datang melalui pintu masuk Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

"Berdasarkan data itu pula maka total jumlah kunjungan wisman di Jawa Timur pada tahun 2018 lebih besar yakni sebanyak 293.920 kunjungan dibandingkan tahun 2019 yang hanya 227.659 kunjungan," ujarnya

Ditanyai soal apa penyebab turunnya tingkat kunjungan wisatawan di Jawa Timur ini, dirinya mengatakan belum ada survei apapun terkait penyebab pasti penurunan tersebut.

Namun diperkirakan faktor tahun pemilu bisa menjadi penyebab sementara terkait penurunan kunjungan wisatawan di Jatim ini.

"Selama tahun 2019 kemarin di Indonesia merupakan tahun pemilu khususnya pada bulan April, hal ini mungkin membuat para wiasatawan dari luar negeri berpikir untuk menunda dulu untuk datang ke Indonesia, khususnya di Wilayah Provinsi Jawa Timur sendiri," kata Satrio.

Editor: Dyan Rekohadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved