Malang Raya
Keluhan Pemilik Kedai Kopi di Kota Malang Saat Kualitas Biji Kopi Menurun
Pemilik kedai kopi di Kota Malang mengeluhkan kualitas kopi yang menurun sejak beberapa hari terakhir.
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pemilik kedai kopi di Kota Malang mengeluhkan kualitas kopi yang menurun sejak beberapa hari terakhir.
Penurunan kualitas ini mengurangi cita rasa minuman kopi yang dihasilkan.
Pemilik Kedai Kopi Hai Coffee and Snack, Laksono Budiarto mengatakan penurunan kualitas biji kopi akibat hujan yang terus mengguyur Malang Raya.
“Bukan hanya saya, pemilik kedai kopi lain juga mengalami hal serupa. Akhirnya kami harus mencari dan memilah biji kopi bagus langsung ke petaninya.”
“Biasanya kami mengambil biji kopi ke petani langsung di lereng Gunung Semeru dan Gunung Arjuno, seperti Karangploso, Bumiaji, Dampit dan Ampelgading,” ujar Laksono kepada SURYAMALANG.COM, Senin (6/1/2020).
Menurutnya, tidak mudah mencari biji kopi yang bagus.
Sebab, kualitas biji kopi baru terlihat ketika dilakukan roasting (pemanggangan biji kopi).
“Saat roasting itu baru tahu apakah biji kopi itu sudah matang atau mentah.”
“Kalau memang mentah, terpaksa harus disingkirkan karena rasa kopinya nanti menjadi tidak enak,” jelasnya.
Penurunan kualitas biji kopi tersebut membuat Laksono mengurangi stok di kedai kopinya.
Laksono biasa mengambil biji kopi jenis Robusta sekitar 200 Kg dan Arabica sebanyak 100 Kg pada tahun 2019.
“Karena kualitasnya turun, mungkin kami hanya dapat mengambil biji kopi dari petani jenis Robusta 100 Kg dan Arabica 70 Kg.”
“Kalau ambil terlalu banyak, kami khawatir malah merugi,” terangnya.
Laksono menyebutkan harga biji kopi di Malang mengalami kenaikan.
“sekarang harga biji kopi robusta sebesar Rp 40.000 per Kg. Sedangkan biji kopijenis Arabica seharga Rp 80.000.”
“Kalau tahun lalu, robusta seharga Rp 35.000, dan Arabica seharga Rp 75.000,” tandasnya.(Kukuh Kurniawan)