Kabar Trenggalek

Pemkab Beri Pendampingan Hukum untuk Warga Trenggalek yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia

Pemkab Trenggalek memberi pendampingan hukum kepada warga Tranggalek berinisial LS (24) yang terancam hukuman mati di Malaysia.

SURYAMALANG.COM/M Romadoni
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek memberi pendampingan hukum kepada warga Tranggalek berinisial LS (24) yang terancam hukuman mati di Malaysia.

LS diduga telah membunuh bayinya sendiri ketika masih bekerja di Negeri Jiran.

“Kami telah menyurati konsulat jenderal Malaysia di Johor Baru,” ujar Nanang Budiarto, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Trenggalek kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (7/1/2020).

Lewat surat itu, Pemkab Trenggalek minta agar ada pendampingan dan bantuan hukum bagi TKI tersebut.

Saat ini LS telah didampingi pengacara dari Gooi & Azura.

“Kami telah menerima jawaban dari konsulat jendral, agar tidak usah khawatir.”

“Mari doakan bersama agar kasus ini berjalan dengan lancar dan dia (LS) mendapat keringanan sehingga tidak dihukum seperti yang dituntutkan,” ungkap Nanang.

Perwakilan Pemkab Trenggalek juga telah ke Jakarta untuk menemui Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP2TKI).

Tujuan utamannya, memastikan agar LS mendapat pendampingan hukum selama menjalani persidangan di Malaysia.

Sebelumnya, LS sudah bekerja di Malaysia sejak 2016. Dia adalah TKI legal atau resmi.

LS berangkat ke Malaysia melalui Perusahaan Jaga Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang juga resmi.

Kontrak kerja di Malaysia berlaku tiga tahun. Seharusnya LS sudah pulang ke kampung halaman pada Januari 2019.

Menurutnya, LS berurusan dengan hukum karena membunuh bayinya sendiri.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved