Breaking News:

Kabar Bojonegoro

Ngaku Bisa Loloskan Jadi PNS, Guru SD di Bojonegoro Ini Dapat Uang Rp 2 Miliar

Anggota Polres Bojonegoro mengungkap kasus penipuan dengan modus penerimaan CPNS.

Humas Polres Bojonegoro
Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan rilis kasus guru yang terlibat penipuan pendaftaran CPNS, Rabu (8/1/2020). 

SURYAMALANG.COM, BOJONEGORO – Anggota Polres Bojonegoro mengungkap kasus penipuan dengan modus penerimaan CPNS.

Aksi penipuan ini melibatkan guru SDN di Bojonegoro, Sandiyono (37).

Polisi telah menangkap pria asal Desa Panjang, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro tersebut.

Aksi penipuan itu berlangsung sejak 2017. Bahkan guru berstatus PNS itu sudah mengumpulkan uang Rp 2,4 miliar hasil penipuan.

Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan mengatakan tersangka mengaku sudah menipu 82 orang.

Modusnya, tersangka memberitahukan ada penerimaan guru SDN melalui jalur khusus.

Agar bisa masuk jalur khusus itu, korban harus menyiapkan uang Rp 30 juta.

Tersangka menjanjikan bahwa para korban itu bakal lolos perekrutan CPNS pada Agustus 2019.

Ternyata tersangka tidak dapat memenuhi janji itu karena pigak sekolah tidak membuka rekrutmen CPNS.

Akhirnya korban melaporkan kasus penipuan ini ke Mapolres Bojonegoro.

“Dari 82 orang itu, tersangka meraup uang Rp 2,4 miliar,” ujar Budi kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (8/1/2020).

Budi menjelaskan tersangka menggunakan uang hasil penipuan tersebut untuk keperluan pribadi, mulai renovasi rumah, kredit mobil Ertiga, liburan bersama istri ke Bogor, membeli tujuh motor, membeli perabotan rumah tangga, dan dipakai untuk umroh.

Dalam kasus ini polisi menyita uang Rp 933,5 juga sisa penipuan.

“Rata-rata korban merupakan warga yang tinggal di sekitar rumah tersangka,” terangnya.

Penulis: Mochamad Sudarsono
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved