Breaking News:

Malang Raya

Pemkot Batu akan Jalin Komunikasi dengan Pedagang Jelang Pembagian Lapak di Pasar Sayur

Pasca inspeksi yang dilakukan DPRD Batu ke proyek pasar sayur tahap dua, Eko berkomitmen membangun komunikasi dengan para pedagang.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu, Eko Suhartono 

SURYAMALANG.COM, BATU – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu, Eko Suhartono berkomitmen untuk membagi lapak pasar sayur secara adil kepada para pedagang.

Pasca inspeksi yang dilakukan DPRD Batu ke proyek pasar sayur tahap dua, Eko berkomitmen membangun komunikasi dengan para pedagang.

Hal itu dilakukan agar dalam pembagian lapak nanti bisa berjalan tertib.

“Dalam kurun waktu 20 hari ini menjadi ajang saya berkomunikasi dengan pedagang supaya persoalan demi persoalan bisa terselesaikan. Saat penyerahan lapak bisa dibagi secara adil. Oleh karena itu kami diskusikan mulai minggu depan,” kata Eko, Kamis (9/1/2020).

Pasca dilakukan inspeksi oleh DPRD Batu, Eko berharap progres pembangunan bisa berjalan dengan lancar.

Ia juga turut ikut saat inspeksi ke proyek pasar sayur tahap kedua.

“Kami merasa bangga dewan datang melihat dan mengingatkan ke yang mengerjakan. Sehingga saat penyerahan nanti betul-betul bagus. Harapan kami, pedagang bisa mendapatkan tempat,” kata Eko.

Anggota DPRD Batu Didik Machmud meminta agar proses penyelesaian proyek pasar sayur betul-betul ideal. Ia juga ingin pembagian lapak nanti bisa berjalan adil.

“Bagi yang sudah mendapat bedak di tahap pertama lebih luas, maka kalau dapat kedua dan ketiga, jangan ditaruh yang luas. Jangan sampai ada satu orang dapat bedak kecil, tapi yang lainnya dapat luas semua,” terang Didik.

Anggota DPRD lainnya, Hari Danah Wahyono menjelaskan, awalnya ada 325, tapi yang terdampak 258 pedagang.

Dengan kapasitas pasar baru, kalau kuotanya sangat cukup.

“Insha Allah cukup malah lebih. Untuk pembagiannya harus koordinasi dengan paguyuban. Tapi jangan sampai ada yang hanya dapat kecil, dan hanya dapat yang luas. Untuk sementara semuanya dapat satu-satu dulu, lalu yang lainnya dibagi lagi,” kata Hari.

Pantauan SURYAMALANG.COM di lokasi, kondisi bangunan pasar sayur tahap I yang sudah selesai mulai rusak. Ada keretakan dinding di toko tempat pedagang berjualan. Selain itu juga ada rembasan air di atap.

Seorang pedagang bawang merah, Kasemi (70) saat dimintai keterangan menjelaskan, atap selalu basah setiap kali hujan datang. Terkadang air turun sampai ke lantai.

“Sering kali saya pindahkan barang dagangan agar tidak terkena air. Kadang juga air menembus retakan dinding bangunan," keluh Kasemi.

Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved