Lifestyle

Batik dengan Pewarna Alami Akan Jadi Tren di Tahun 2020, Warna Bumi juga Ikut Diminati

Fikrah memprediksi tren batik dengan pewarna alami bisa meningkat karena zaman sekarang banyak masyarakat yang mulai perhatian terhada

Batik dengan Pewarna Alami Akan Jadi Tren di Tahun 2020, Warna Bumi juga Ikut Diminati
SURYAMALANG.COM/Bella Ayu Kurnia Putri
Fikrah Ryanda Syaputra berpose memegang batik bewarna biru yang pewarnaannya menggunakan pewarna alami. 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Batik yang menggunakan bahan pewarna alami diprediksi akan semakin menjadi tren di tahun 2020.

Prediksi boomingnya batik dengan pewarna alami ini turutr disampaikan oleh Fikrah Ryanda Syaputra pengrajin batik sekaligus pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Hamparan Rintik asal kota Malang .

Fikrah memprediksi tren batik dengan pewarna alami bisa meningkat dikarenakan ia melihat zaman sekarang banyak masyarakat yang mulai perhatian terhadap kelestarian lingkungan.

Membaca Peruntungan di Tahun Tikus Logam, 3 Shio Ini Paling Beruntung, 4 Shio Kurang Beruntung

Inilah Tampilan Jersey Pra Musim Arema FC Musim 2020, Tidak Dijual Bebas

Arema FC Rekrut 2 Mantan Pemain PSS Sleman Sekaligus, Dave Mustaine Temani Kushedya Hari Yudo

“Kalau 2020 Menurut saya akan lebih banyak yang memakai batik dengan pewarna alami karena sekarang orang makin sadar bahwa laut dan lingkungan  kita itu makin kotor dan semakin banyak limbahnya,” ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (11/1/2020).

Untuk warna yang akan menjadi tren sendiri adalah warna - warna earth tone (warna bumi) dan warna biru.

Warna biru juga akan mengawal tren pewarna alami tahun ini dikarenakan saat ini banyak kampanye mengenai kebersihan laut.

“Karena biru adalah warna yang dihasilkan dari indigofera dan indigofera itu adalah pewarna alam yang paling mudah keluar warnanya dibandingkan pewarna alam yang lain,” tukas Fikrah.

Selain itu, faktor lain yang menyebabkan pewarna alami akan banyak digemari adalah karena bahannya yang mudah didapatkan.

Bahan pewarna alami bisa kebanyakan didapatkan dari tumbuh - tumbuhan seperti batang pohon tingi, dari bunga pinus, daun mangga, daun afrika, kunyit atau bahkan dari kulit bawang merah dan bawang bombai.

Kemudian untuk motifnya sendiri Fikrah menuturkan bahwa motif kontemporer dengan sentuhan batik klasik akan banyak bermunculan tahun ini.

“Klasiknya bisa dilihat dari penataannya mungkin motifnya kawung, tapi kawungnya itu bisa dari bentuk obeng,” tuturnya.

Selain kontemporer, motif batik yang simpel juga akan menjadi tren tahun ini.

“Karena anak muda zaman sekarang kan sukanya yang simpel dan lugas,” jelas perajin batik yang memilih menggunakan pewarna alami.

Penulis: Bella Ayu Kurnia Putri
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved