Malang Raya

Aliran Air Mati di Sejumlah Wilayah di Kota Malang, PDAM Beber Penyebab Utamanya, Soal Pipa

Matinya aliran air tersebut disebabkan oleh bocornya jaringan pipa transmisi 500 mm di Jalan Raya Kidal - Tajinan Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang

Aliran Air Mati di Sejumlah Wilayah di Kota Malang, PDAM Beber Penyebab Utamanya, Soal Pipa
SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
Suasana konferensi pers yang dilakukan oleh PDAM Kota Malang setelah adanya kebocoran pipa yang berdampak pada matinya air di sejumlah wilayah di Kota Malang, Senin (13/1/2020) 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - PDAM Kota Malang akhirnya angkat bicara terkait keluhan pelanggan karena terhentinya aliran air bersih di sejumlah wilayah di Kota Malang.

Akhir-akhir ini sejumlah wilayah di Kota Malang seperti di daerah Kedungkandang, Bumiayu, Sukun, Gadang, Sawojajar dan wilayah lainnya air PDAM-nya mati.

Matinya aliran air tersebut disebabkan oleh bocornya jaringan pipa transmisi 500 mm di Jalan Raya Kidal - Tajinan Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Prediksi Tim Arema FC Musim 2020, Ada Nama 2 Striker Persib Bandung Era Liga 1 2018

Kejutan Sidang Kasus Mutilasi Pasar Besar Malang,Terdakwa Sugeng Bantah BAP & Mengaku Diintimidasi

Ayu Ting Ting Mantap Lepas Status Janda Sampai Sering Kunjungi Calon Mertua, Didi Riyadi atau Robby?

Kebocoran air tersebut disebabkan pipa berdiameter 500 mm bantuan dari Kementerian PUPR tersebut tidak mampu menahan beban.

Dikarenakan, kondisi medan di daerah tersebut cukup ekstrim, karena berada pada daerah cekungan.

"Di sana pipa yang terpasang PN 10 bar, sedangkan existingnya 12,67 bar. Jadinya ya pecah, karena tidak kuat menahan beban," ucap Direktur Utama PDAM Kota Malang, Nor Muhlas saat konferensi pers Senin (13/1/2020).

Dia menjelaskan, bahwa kejadian bocornya pipa di wilayah tersebut bukanlah yang pertama kali terjadi.

Namun sudah berkali-kali, mengingat pipa tersebut merupakan bantuan dari pusat sejak tahun 2014 lalu.

Untuk itu, pihaknya kini sedang melakukan upaya perbaikan dan ditargetkan sekitar lima hari ke depan air sudah kembali normal.

"Ini kan bantuan, jadi kami yang merawatnya. Dan ini sudah lima tahun lebih, otomatis kekuatannya akan berkurang," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved