Kabar Kediri

Bandara Kediri Terkendala Pembebasan Lahan 5,88 Hektar, Warga Minta Harga Rp 15 Juta per Ru

Dari total sekitar 450 hektar lahan yang dibutuhkan untuk bandara Kediri, masih tersisa sekitar 5,88 hektar belum berhasil dibebaskan.

SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Desain rencana Bandara Kediri. Pembangunannya dijadwalkan dimulai tahun ini 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Pembangunan Bandara Kediri masih menyisakan problem pembebasan lahan yang belum tuntas.

Dari total sekitar 450 hektar lahan yang dibutuhkan masih tersisa sekitar 5,88 hektar belum berhasil dibebaskan.

"Untuk run way target landasan kurangnya total 5,88 hektar atau sekitar 1,56 persen," ungkap Maksin Arisandi, Direktur PT Surya Dhoho Investama (SDI) kepada awak media usai Sosialisasi Pembangunan Bandara Kediri di Desa Grogol, Senin (13/1/2020).

Prediksi Tim Arema FC Musim 2020, Ada Nama 2 Striker Persib Bandung Era Liga 1 2018

5 Fakta Munculnya Keraton Agung Sejagat Purworejo Jadi Heboh, Ada Lambang Nazi & Punya 425 Pengikut

Dalam pembebasan lahan selain pembelian juga ada mekanisme tukar guling.

Namun mekanisme ini harus ditentukan dua pihak.

"Tukar guling ini tidak bisa satu arah, harus dua arah," jelas Maxim.

Warga dan pemerintah menentukan titik secara bersama-sama.

Usulan untuk mekanisme tukar guling di lingkungan Tanjungbaru.

Salah satu alasannya, lokasinya tidak jauh dari titik asal rumahnya yang direlokasi.

Apalagi sudah ada warga yang telah melakukan relokasi di tempat yang sama.

Halaman
123
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved