Malang Raya

Kasus Pidana di Kota Malang Terbanyak Adalah Kasus Narkoba, Kejari Kota Malang Beber Jumlah Kasus

Selain kasus Pidana Umum, Kasus korupsi yang mendapat atensi adalah perkara penjualan aset Pemkot Malang di Jalan Brigjend S Riadi oro Oro Dowo

Kasus Pidana di Kota Malang Terbanyak Adalah Kasus Narkoba, Kejari Kota Malang Beber Jumlah Kasus
SURYAMALANG.COM/Aminatus Sofya
Kejaksaan Negeri Kota Malang merilis hasil ungkap mereka sepanjang tahun 2019, Selasa (14/1/2019) 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Kejaksaan Negeri Kota Malang merilis kasus-kasus yang ditangani sepanjang tahun 2019,  Selasa (14/1/2020).

Dalam rilis itu, terungkap kasus paling banyak yang ditangani adalah perkara narkotika yakni sebanyak 306.

“Disusul oleh pencurian 103 kasus dan penipuan 72 kasus,” kata Kajari Kota Malang, Andi Dharmawangsa, Selasa (14/1/2020).

Dana Bantuan Operasional Penyelenggara Raudatul Athfal Bakal Naik 100 Persen, Ini Reaksi di Malang

Duel Satpam VS Perampok di Jakarta Terekam CCTV, Tangkis Golok Pakai Tangan Kosong, 4 Jari Putus

3 Cewek Cantik Disekap di Rumah Kos, Banyak Cowok Masuk-Keluar Bergiliran, Dipatok Tarif Rp 300 Ribu

Dari sisi pidana umum, kasus paling mencolok adalah mutilasi di Pasar Besar Kota Malang.

Perkara itu kini telah disidangkan di PN Kota Malang dengan terdakwa Sugeng Santoso.

“Saat ini masih berlangsung persidangannya,” katanya.

Tak hanya pidana umum, ada kasus korupsi juga ditangani oleh Kejari pada 2019.

Kasus korupsi yang mendapat atensi adalah perkara penjualan aset Pemkot Malang di Jalan Brigjend S Riadi, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Lowokwaru.

Kejari mengklaim menyelamatkan uang negara sebesar Rp 3 miliar atas kasus itu.

“Perkara ini juga masih proses sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya. Dua orang sudah putusan dan dua orang tersangka masih pemberkasan,” ungkapnya.

Selain itu, Andi mengatakan Kejari juga membantu Pemkot Malang mengembalikan 62 aset yang dulunya dikuasai swasta termasuk Mall Ramayana. PT Sadean Intra Mitra Cooporation (SIMC) yang sebelumnya menghilang dan tidak mengembalikan nota perjanjian kerjasama, telah kooperatif setelah dipanggil kejaksaan.

“Sekarang sudah selesai,” ucap dia.

Andi berjanji segera menuntaskan kasus-kasus yang masih menjadi PR kejaksaan.

“Sebetulnya kendala tidak terlalu ada. Karena itu tahun 2020 kami berjanji akan menuntaskan PR yang masih ada,” tutupnya.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved