Malang Raya

Nyatakan Tunduk pada NKRI, Satu Napiter Bebas dari Lapas Lowokwaru, Kota Malang

Narapidana kasus terorisme (napiter), Kiki Rizky (43) bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I A Lowokwaru, Kota Malang

Nyatakan Tunduk pada NKRI, Satu Napiter Bebas dari Lapas Lowokwaru, Kota Malang
Kiki Rizky (dua dari kiri) jelang bebas dari Lapas Lowokwaru Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Narapidana kasus terorisme (napiter), Kiki Rizky (43) bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I A Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (14/1/2020).

Kiki bebas bersyarat setelah mengaku tunduk kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepala Lapas Kelas I A Lowokwaru, Anak Agung Gde Krisna mengatakan seharusnya Kiki bebas pada Agustus 2020.

Karena telah menyatakan tunduk kepada NKRI, Kiki mendapat keringanan hukuman alias bebas bersyarat.

“Itu (tunduk kepada NKRI) adalah salah satu syaratnya, dan dia telah melakukan itu. Maka hari ini dia dibebaskan,” kata Gde Krisna kepada SURYAMALANG.COM.

Sesuai vonis Pengadilan Negeri Jakarta Utara nomor 621/PID620/PID.SUS/2018/PN.JKT.UTR/18-09-2018, Kiki dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun 8 bulan.

Pria asal Kabupaten Malang itu menjalani masa tahanan sejak 15 Desember 2017 silam.

“Saya tidak hafal dia mendapat keringanan berapa bulan. Tapi yang jelas dia keluar lebih dulu dari vonis,” ucapnya.

Saat proses pelepasan, Kiki dikawal pihak kepolisian menuju Balai Pemasyarakatan Kelas 1 Malang di Jalan Barito.

Lalu Kiki diantar ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen untuk melaksanakan wajib lapor.

Gde Krisna mengatakan masih ada tiga napiter di Lapas Kelas 1 A Lowokwaru yang masih menjalani masa penahanan.

“Sekarang masih proses agar mereka bisa mengakui tunduk kepada NKRI,” terangnya.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved