Malang Raya

Penjualan Pernak-Pernik Imlek di Kota Malang Turun Sampai 50 Persen

Penjualan pernak-pernik Imlek di Kota Malang merosot sampai 50 persen.

Penjualan Pernak-Pernik Imlek di Kota Malang Turun Sampai 50 Persen
SURYAMALANG.COM/Bella Ayu Kurnia Putri
Erni Sugiani penjual baju Cheongsam dan Changsan di Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG – Penjualan pernak-pernik Imlek di Kota Malang merosot sampai 50 persen.

“Penjualan tahun ini sangat anjlok. Omzet saya turun sampai 50 persen,” kata kata Erni Sugiani, penjual Cheongsam dan Changsan di Jalan Laksamana Martadinata, Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (14/1/2020).

Cheongsam dan Changsan adalah baju khas Tiongkok yang sering dipakai pada saat perayaan Imlek.

Erni mengaku bisa meraup omzet sampai Rp 20 juta per minggu pada tahun lalu sejak H-1 Imlek.

Erni memprediksi penurunan penjualan baju Cheongsam dan Changsan ini karena banyaknya toko online.

“Tapi sekarang susah mendapat Rp 2 juta dalam seminggu,” tuturnya.

Hal serupa dialami kepala toko patung Buddha dan Dewa Dhamma Manggala, Kabul Sukrianto.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, sekarang penjualannya menurun,” kata Kabul.

Kabul menjelaskan biasanya tokonya sudah ramai sejak H-2 pekan menjelang imlek.

“Biasanya amplop untuk angpao, dupa, lampion, dan lilin yang paling banyak dicari,” jelasnya.

Penulis: Bella Ayu Kurnia Putri
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved