Penculikan Bayi di Pasuruan

Fakta di Balik Laporan Penculikan Bayi di Pasuruan, Bermula dari Eka Takut ke Suaminya

Polisi telah mengungkap sedikit fakta terkait laporan penculikan bayi berusia dua bulan di Pasuruan.

Bayi berinisial KMN (2 bulan) dikabarkan menjadi korban penculikan di Pasuruan, Rabu (15/1/2020) siang. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN – Polisi telah mengungkap sedikit fakta terkait laporan penculikan bayi berusia dua bulan di Pasuruan.

Polisi telah memastikan laporan penculikan yang dilaporkan Eka adalah kabar hoaks.

Kanit PPA Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Sunarti mengatakan sesuai pemeriksaan sementara, Eka membuat berita bohong ini karena takut kepada suaminya.

“Dugaan kami, dia takut kepada suaminya kalau dia punya utang dan anaknya menjadi jaminan atas utang tersebut.”

“Akhirnya dia membuat berita anaknya diculik itu ke suaminya,” kata Sunarti kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (16/1/2020).

Menurutnya, Eka mengaku memiliki utang sebesar Rp 1 juta di bank harian.

Tapi, sang suami tidak tahu utang Eka tersebut.

Diduga Eka ini tidak bisa membayar sehingga menjadikan anaknya sebagai jaminan

“Awalnya dia (Eka) pamit ke suaminya untuk pergi ke dokter. Anaknya memang ini mengidap penyakit dalam.”

“Setiap bulannya memang bayi itu wajib ke dokter untuk menjalani perawatan intensif.”

“Ternyata saat itu anaknya dititipkan ke rentenirnya,” jelasnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved