Kabar Bogor

Derita PSK Tak Kuat Layani Nafsu Pelanggan Pakai Obat Kuat, 2 Hari 2 Malam Non Stop, Tewas Dicekik

Derita PSK tak kuat layani nafsu pelanggan pakai obat kuat, 2 hari 2 malam non stop, tewas dicekik.

SURYAMALANG.COM/kolase ilustrasi Net/youtube
Derita PSK Tak Kuat Layani Nafsu Pelanggan Pakai Obat Kuat, 2 Hari 2 Malam Non Stop, Tewas Dicekik 

Namun, dalam perjalanan R dinyatakan meninggal dunia.

"Korban diamankan oleh masyarakat untuk dibawa ke rumah sakit"

"Dalam perjalanan korban dinyatakan meninggal dunia," kata Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Jumat (17/1/2020).

5. Pengaruh Obat Kuat 

Pelaku RA (39) saat dihadirkan dalam kegiatan rilis kasus di Mapolres Bogor, Jumat (17/1/20290).
Pelaku RA (39) saat dihadirkan dalam kegiatan rilis kasus di Mapolres Bogor, Jumat (17/1/20290). (Tribun Bogor)

AKBP Muhammad Joni menjelaskan, pelaku dalam pengaruh obat kuat saat melakukan pembunuhan terhadap teman kencannya.

"Pada saat berhubungan intim dilaksanakan, yang bersangkutan si laki-laki karena minum obat-obatan, jadi tidak menemukan titik klimaks pada hubungan intim tersebut"

"Yang bersangkutan (korban) meminta istirahat, si korban sudah dalam keadaan lelah," ungkap Muhammad Joni, Jumat (17/1/2020).

6. Saling Mengenal 

Kapolres Bogor Bogor AKBP Muhammad Joni mengatakan pelaku RA dan korban R  sudah saling mengenal.

Bahkan, kata dia, transaksi prostitusi yang dilakukan keduanya bukan pertama kali.

"Dengan bayaran kurang lebih per orangnya Rp 500 ribu. Villa tersebut disewa seharga Rp 450 ribuan per malam," kata Muhammad Joni dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Jumat (17/1/2020).

Sementara Kapolsek Megamendung AKP Budi Santoso menambahkan bahwa mengaku kesehariannya sebagai pedagang bakso tusuk atau cilok.

"Korban orang Cianjur. Pelaku orang Majalengka, pekerjaanya jualan cilok sama minuman jahe," kata Budi. 

7. Pelaku Tertangkap 

Dua hari setelah insiden tersebut polisi berhasil menangkap pelaku RA di kawasan Bandung, Jawa Barat.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP dan 351 Ayat 3 dengan ancaman 15 tahun penjara.

Kasus Serupa di Karawang 

Sebelumnya kasus serupa yang melibatkan PSK wanita berinisial O berusia 28 tahun juga terjadi di Karawang. 

Dikutip dari Kompas.com, Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra mengatakan, pelaku pembunuhan adalah Ridwan Solihin (28), seorang kuli bangunan asal Kampung Ciomas, RT 007 RW 004, Desa Wasrung Kadu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta.

Korban sebelumnya ditemukan tewas tanpa busana di kamar Hotel Omega, Karawang.

Menurut keterangan polisi, pelaku membunuh korban setelah keduanya berhubungan intim.

Pelaku mengaku pertemuannya dengan korban berawal dari perkenalan di Facebook.

Korban diketahui sebagai pekerja seks komersial (PSK) online.

Ridwan Solihin, pelaku pembunuhan wanita yang ditemukan tewas dalam kamar Hotel Omega, Karawang, saat digiring polisi usai konferensi pers terkait kasus tersebut di Mapolres Karawang, Selasa (15/10/2019).
Ridwan Solihin, pelaku pembunuhan wanita yang ditemukan tewas dalam kamar Hotel Omega, Karawang, saat digiring polisi usai konferensi pers terkait kasus tersebut di Mapolres Karawang, Selasa (15/10/2019). (KOMPAS.com/FARIDA )

Pelaku pun kemudian membuat janji bertemu dengan korban di Kamar 211 Hotel Omega, Karawang.

Di hotel tersebut, pelaku dan korban berhubungan badan.

Baru setelah berhubungan badan, pelaku menghabisi nyawa korban.

Motif pelaku sakit hati karena korban menolak ajakan hubungan badan dengan durasi lebih lama.

"Korban (O) menolak diajak berhubungan badan lebih lama. Kata-kata O membuat Ridwan sakit hati dan menganiayanya hingga tewas," ujar Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra saat konferensi pers pengungkapan kasus di Mapolres Karawang, Selasa (15/10/2019).

Pelaku membunuh korban dengan cara membekap mulut dan hidung korban.

Selain itu tubuh korban juga diikat oleh pelaku.

"Korban dibunuh dengan cara dibekap menggunakan tangan dan handuk, diikat, kemudian dililit dengan selimut. Peristiwa ini terjadi pada pukul 24.00 WIB," kata Kapolres.

Setelah membunuh, pelaku kemudian membawa kabur dua ponsel dan uang sejumlah Rp 250.000 milik korban.

Atas perbuatannya, pelaku kini pelaku terancaman hukuman kurungan penjara 7 tahun.

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved