Malang Raya

Gagal Panen di Kabupaten Malang Turut Jadi Pemicu Kenaikan Harga Cabai di Pasaran

Cuaca ekstrem menyebabkan gagal panen di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Malang.

Gagal Panen di Kabupaten Malang Turut Jadi Pemicu Kenaikan Harga Cabai di Pasaran
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Cuaca ekstrem menyebabkan gagal panen di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Malang.

Gagal panen ini terjadi dalam rentang waktu September 2019 sampai awal 2020.

Gagal panen inilah yang memicu kenaikan harga cabai di tingkat petani.

Kasi Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Malang, Ina Khoirun Nisa mengatakan Kabupaten Malang memiliki sharing nasional sebesar 4,91 persen untuk cabai rawit, dan 2,27 persen untuk cabai besar.

“Diperkirakan panen cabai rawit mencapai 1.500 hektare pada Februari 2020, dan 2.000 hektare pada Maret 2020.”

“Kami prediksi kondisi cabai akan kembali normal dalam dua bulan ke depan,” ungkap Ina kepada SURYAMALANG.COM, Senin (20/1/2020).

Sementara itu, Plt Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Sukarman berharap harga dan pasokan cabai kembali normal sehingga di pasaran tidak terjadi ketimpangan perolehan keuntungan.

“Kami telah kucurkan dana APBN untuk pengembangan kawasan cabai ini pada tahun 2019 lalu.”

“kami juga akan hal yang sama pada tahun 2020 ini. Pengucuran dana ini agar bisa dirasakan masyarakat, khususnya para petani,” ujar Sukarman.(Fikri Firmansyah)

Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved