Breaking News:

Malang Raya

Hotman Paris Bela Kasus Siswa ZA Malang Bunuh Begal, Sapa Jokowi & DPR: Kenapa Pembunuhan Berencana?

Hotman Paris bela kasus siswa ZA di Malang yang bunuh begal, sapa Jokowi dan DPR: kenapa pembunuhan berencana?.

Suryamalang.com/kolase instagram @hotmanparisofficial
Hotman Paris Bela Kasus Siswa ZA Malang Bunuh Begal, Sapa Jokowi & DPR: Kenapa Pembunuhan Berencana? 

Sementara itu di tengah panasnya kasus siswa ZA, Situs www.pn-kepanjen.go.id diretas oknum tak bertanggungjawab Minggu (19/1/2020).

Tampilan ebsite milik Pengadilan Negeri Kepanjen itu tampak berbeda dari biasanya

Ketika dibuka, laman situs terpampang tulisan Hacked By Limit(Ed)&4LM05TH3V!L.

Ada juga tulisan yang berbunyi : 'Ngebela diri kok dipenjara. Begal dibela pelajar dipenjara
Hukum sobat gurun emang beda!,'. 

SitusĀ www.pn-kepanjen.go.idĀ sedang diretas. Tampilan website milik Pengadilan Negeri Kepanjen itu tampak berbeda dari biasa, Minggu (19/1/2020).
Situs www.pn-kepanjen.go.id sedang diretas. Tampilan website milik Pengadilan Negeri Kepanjen itu tampak berbeda dari biasa, Minggu (19/1/2020). (Foto screenshot:)

 

Dari kalimat yang tertuang, disebut-sebut tulisan tersebut ada kaitannya dengan kasus yang mendera ZA.

ZA adalah pelajar asal Gondanglegi, Kabupaten Malang yang terjerat kasus pembunuhan begal.

Hingga kini, belum ada konfirmasi dari Pengadilan Negeri Kepanjen atas kasus ini.

Belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas peretasan situs tersebut. 

Pelajar ZA sendiri sudah menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Kepanjen, Senin (19/1/2020).

Siswa SMA berinisial ZA (17) kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (20/1/2020).
Siswa SMA berinisial ZA (17) kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (20/1/2020). (SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan)

Kuasa hukum ZA, Bhakti Riza mengatakan, agenda sidang lanjutan adalah pemeriksaan keterangan para saksi.

Dalam sidang sebelumnya, eksepsi yang diajukan pihak Bhakti, sempat ditolak oleh Majelis Hakim.

"Kami berencana membawa saksi ahli pidana anak. Kami akan menerangkan lebih jelas terkait kronologi yang terjadi. Sudah kami komunikasikan dengan saksi ahli itu," beber Bhakti ketika dikonfirmasi.

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Suar.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved