Breaking News:

Malang Raya

Hotman Paris Bela Kasus Siswa ZA Malang Bunuh Begal, Sapa Jokowi & DPR: Kenapa Pembunuhan Berencana?

Hotman Paris bela kasus siswa ZA di Malang yang bunuh begal, sapa Jokowi dan DPR: kenapa pembunuhan berencana?.

Suryamalang.com/kolase instagram @hotmanparisofficial
Hotman Paris Bela Kasus Siswa ZA Malang Bunuh Begal, Sapa Jokowi & DPR: Kenapa Pembunuhan Berencana? 

SURYAMALANG.COM - Pengacara Hotman Paris Hutapea belum lama ini mengungkap pembelaannya atas kasus siswa SMK bunuh begal di Malang.

Kasus ini mencuri perhatian banyak pihak sebab pelaku masih di bawah umur dan menusuk begal saat kekasihnya hendak diperkosa.

Sebagai pengacara kondang Indonesia, Hotman Paris pun mendapat banyak aduan dari masyarakat untuk menanggapinya.

Divonis Sakit & Siap Bagi Warisan, Hotman Paris Berencana Pensiun: Maunya Tiap Pagi Jalan di Pantai
Pengacara Hotman Paris (Kompas/Ira Gita)

Pelaku pembunuh begal diketahui remaja berinisial ZA (17). 

Kejadian ini terjadi di Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang pada 8 September 2019.

Pada Selasa (14/1), ZA telah menjalani sidang perdana kasus pembunuhan begal di Pengadilan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang.

Kronologi Siswa ZA di Malang Bunuh Begal yang Mau Cumbu Pacar 3 Menit & Polemik Penjara Seumur Hidup
Siswa ZA berseragam sekolah (kiri) dan komplotan begal (kanan) (SURYAMALANG.COM/kolase)

ZA  datang bersama ayah tirinya Sudarto dan pengacara Bakti Reza.

Saat itu ia bahkan masih mengenakan seragam putih abu-abu.

Karena pelaku masih di bawah umur, persidangan tersebut digelar secara tertutup.

Usai 2 jam berlalu, Bakti mengaku masih mengritisi beberapa pasal saat pembacaan eksepsi nanti.

Sang pengacara ini juga menjelaskan kalau ada beberapa pasal yang tidak jelas.

ZA ini didakwa 340 KUHP, pasal 338 KUHP, pasal 351 (2) KUHP dan UU darurat pasal 2 (1). 

Pasal 340 KUHP sendiri merupakan pasal mengenai pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Sedangkan pasal 33 KUHP ini tentang pembunuhan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Dan untuk pasal 2 ayat 1 pada UU darurat nomor 12 tahun 1951 mengenai kepemilikan senjata tajam tanpa izin.

Tim Jokowi Kunjungi ZA di Malang, Siswa SMA yang Terancam Penjara Seumur Hidup karena Membunuh Begal
Tim Jokowi Kunjungi ZA di Malang, Siswa SMA yang Terancam Penjara Seumur Hidup karena Membunuh Begal (Facebook Aji Prasetyo)

Dakwaan yang diterima ZA ini pun dipertanyakan oleh masyarakat, termasuk pengacara kondang, Hotman Paris.

Atas kasus yang sedang viral ini, Hotman Paris pun memberikan perhatiannya. 

Menurut pengacara kondang ini, masalah yang dialami ZA menjadi masalah seluruh rakyat Indonesia.

Hal ini ia sampaikan dalam akun Instagram miliknya @hotmanparisofficial pada Minggu (19/1).

Pengacara kondang ini menyapa Presiden Jokowi hingga DPR untuk mempertanyakan jerat hukum atas sisiwa ZA. 

"Halo masyarakat Indonesia.. halo bapak Presiden Jokowi, halo bapak Jaksa Agung, halo Komisi III DPR, halo pimpinan Pengadilan di Malang dan Pengadilan Tinggi di wilayah setempat," ujar Hotman Paris melalui postingan video singkat tersebut.

"Sudah ribuan orang menghubungi saya untuk memberikan perhatian kepada seorang anak muda didakwa melakukan pembunuhan berencana 240,"

"Katanya padahal si laki-laki muda itu membunuh karena membela kehormatan pacarnya yang hendak diperkosa,"

"Kalau benar faktanya seperti itu, memang sangat dipertanyakan,"

"Kenapa malah didakwa melakukan pembunuhan berencana pasal 340 KUHP," lanjut Hotman Paris yang berbicara di dalam mobil.

Hotman Paris pun menilai kalau masalah ini adalah masalah masyarakat Indonesia untuk membela hukum di negeri ini.

"Ini masalah seluruh masyarakat Indonesia, kita harus membela hukum di negeri ini,"

"Agar benar-benar hukum ditegakkan sesuai fakta di persidangan. Seluruh masyarakat Indonesia harus beri perhatian pada kasus ini. Salam Hotman Paris," pungkas pria asal Sumatera Utara tersebut.

Berikut cuplikan video unggahan Hotman Paris:

Situs Pengadilan Negeri Kepanjen Diretas

Sementara itu di tengah panasnya kasus siswa ZA, Situs www.pn-kepanjen.go.id diretas oknum tak bertanggungjawab Minggu (19/1/2020).

Tampilan ebsite milik Pengadilan Negeri Kepanjen itu tampak berbeda dari biasanya

Ketika dibuka, laman situs terpampang tulisan Hacked By Limit(Ed)&4LM05TH3V!L.

Ada juga tulisan yang berbunyi : 'Ngebela diri kok dipenjara. Begal dibela pelajar dipenjara
Hukum sobat gurun emang beda!,'. 

Situs www.pn-kepanjen.go.id sedang diretas. Tampilan website milik Pengadilan Negeri Kepanjen itu tampak berbeda dari biasa, Minggu (19/1/2020).
Situs www.pn-kepanjen.go.id sedang diretas. Tampilan website milik Pengadilan Negeri Kepanjen itu tampak berbeda dari biasa, Minggu (19/1/2020). (Foto screenshot:)

 

Dari kalimat yang tertuang, disebut-sebut tulisan tersebut ada kaitannya dengan kasus yang mendera ZA.

ZA adalah pelajar asal Gondanglegi, Kabupaten Malang yang terjerat kasus pembunuhan begal.

Hingga kini, belum ada konfirmasi dari Pengadilan Negeri Kepanjen atas kasus ini.

Belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas peretasan situs tersebut. 

Pelajar ZA sendiri sudah menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Kepanjen, Senin (19/1/2020).

Siswa SMA berinisial ZA (17) kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (20/1/2020).
Siswa SMA berinisial ZA (17) kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (20/1/2020). (SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan)

Kuasa hukum ZA, Bhakti Riza mengatakan, agenda sidang lanjutan adalah pemeriksaan keterangan para saksi.

Dalam sidang sebelumnya, eksepsi yang diajukan pihak Bhakti, sempat ditolak oleh Majelis Hakim.

"Kami berencana membawa saksi ahli pidana anak. Kami akan menerangkan lebih jelas terkait kronologi yang terjadi. Sudah kami komunikasikan dengan saksi ahli itu," beber Bhakti ketika dikonfirmasi.

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Suar.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved