Sidang Pembunuhan Begal di Malang

Beri Komentar Hinaan Soal Siswa SMK Bunuh Begal di Malang, Pria Ini Diperiksa Polisi Tulungagung

Polres Tulungagung memeriksa pria berinisial DI (27) yang memberi komentar bernada hinaan terkait kasus siswa SMK membunuh begal di Malang.

Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
IST
Media Sosial 

DI juga harus izin ke penyidik jika akan bepergian ke luar kota.

DI bukan orang pertama yang berususan dengan polisi karena unggahan kurang pantas di media sosial.

Selama Januari 2020 ini, sudah ada tiga orang yang diduga pelanggar UU ITE dan diperiksa penyidik kepolisian.

Sebelumnya, guru SD di Kecamatan Campurdarat dipanggil polisi terkait status di akun Facebook miliknya.

Guru ini menyebut ada sabu-sabu seberat 5 kilogram di Polres Tulungagung.

Karena dianggap mengunggah materi provokatif, warga  Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat yang tinggal di Nganjuk itu dipanggil penyidik.

Saat mengomentari unggahan di grup FB, dia juga mengajak membakar Polsek Pakel.

“Semua karena mengunggah materi yang bisa menimbulkan kebencian pada orang atau kelompok tertentu,” ungkap Anwari.

Mereka semuanya diminta membuat surat pernyataan permohonan maaf, dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

Anwari mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial (medsos).

Meskipun sering disebut dunia maya, namun setiap unggahan mempunyai konsekuensi hukum seperti dunia nyata.

“Ada undang-undang ITE yang mengatur perilaku di dunia maya.”

“Tanggung jawab di dunia nyata, tetap berlaku di media sosial,” terang Anwari.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved