Kabar Kediri

Petani di Kediri Manfaatkan Burung Hantu untuk Memberantas Hama Tikus di Sawah

Melawan hama tikus dengan burung hantu (tito alba) yang menjadi predator alami mulai diterapkan kelompok tani di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kediri

Petani di Kediri Manfaatkan Burung Hantu untuk Memberantas Hama Tikus di Sawah
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Yayuk Anisa penyuluh pertanian memperlihatkan burung hantu yang menjadi andalan petani berburu tikus di lahan pertanian Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Melawan hama tikus dengan burung hantu (tito alba) yang menjadi predator alami mulai diterapkan kelompok tani di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Kelompok tani telah memiliki tiga pasang atau enam ekor burung hantu pemburu tikus.

Sejak memelihara burung hantu, keberadaan hama tikus mulai berkurang.

Malahan lahan pertanian polowijo dan sawah yang lokasinya berdekatan dengan sarang burung hantu, gangguan serangan hama tikus dapat diminimalisir.

Seperti disampaikan Hadi (45) salah satu petani yang lahannya sekitar 100 meter dari sarang burung hantu merasakan langsung dampak berkurangnya gangguan hama tikus.

"Pada dua kali musim tanam ini gangguan hama tikus berkurang cukup signifikan. Kami menduga tikusnya menyingkir karena ada burung hantu yang berkeliaran," ungkap Hadi kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (24/1/2020).

Sebagian besar petani lainnya juga merasakan dampak positif dari keberadaan sarang burung hantu di areal persawahan.

Meski begitu tidak dipungkiri, hama tikus masih tetap ada yang mengganggu tanaman petani.

"Lahan jagung dan sawah yang jauh dari sarang burung hantu masih ada yang diserang tikus. Namun kondisinya tidak terlalu parah," tambahnya.

Tiga pasang burung hantu yang menjaga sawah petani ini didatangkan sejak 6 bulan lalu.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved