Breaking News:

Kabar Kediri

Petani di Kediri Manfaatkan Burung Hantu untuk Memberantas Hama Tikus di Sawah

Melawan hama tikus dengan burung hantu (tito alba) yang menjadi predator alami mulai diterapkan kelompok tani di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kediri

SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Yayuk Anisa penyuluh pertanian memperlihatkan burung hantu yang menjadi andalan petani berburu tikus di lahan pertanian Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. 

Burung hantu dibuatkan sangkar mirip dengan sangkar burung merpati di sekitar areal persawahan untuk berburu tikus.

Yayuk Anisa tenaga penyuluh pertanian membenarkan turunnya serangan hama tikus sejak petani mulai memelihara burung hantu.

"Serangan hama tikus sekarang tidak sebanyak serangan saat sebelum ada burung hantu. Malahan lahan yang berlokasi dekat sangkar burung hantu nyaris tidak ditemukan gangguan tikus," jelasnya.

Yayuk mengimbau petani untuk membuatkan tempat pangkringan untuk bertengger burung hantu saat berburu tikus pada malam hari.

"Supaya di sekitar sawah dibuatkan pangkringan supaya burung hantu dapat lebih mudah berburu tikus," jelasnya.

Diharapkan burung hantu dapat segera berkembang biak sehingga predator pemburu tikus lebih banyak lagi.

"Sudah enam bulan burung hantu dipelihara, mudah-mudaham bisa berkembang biak membantu petani dalam mengendalikan hama tikus," ungkapnya.

Yayuk juga mengharapkan masyarakat untuk melakukan sosialisasi supaya burung hantu tidak sampai menjadi korban orang yang tidak mengetahui manfaatnya.

"Tolong disosialisasikan kepada masyarakat jangan sampai burung hantu yang dipelihara ditangkap atau ditembak," jelasnya.

Sementara Camat Ngasem Ari Budianto menjelaskan, tiga pasang burung hantu yang telah dipelihara petani dirasa memang masih kurang untuk membasmi dan menjaga lahan sawah petani.

Selain itu juga meminta kepala desa untuk membuatkan bener himbauan supaya masyarakat tidak memburu atau menembak burung hantu.

"Pak lurah supaya dibuatkan bener himbauan yang dipasang di sepanjang jalur pertanian, larangan menembak dan menangkap burung," harapnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved