Berita Sidoarjo

Setelah Bongkar Makam Pemuda Sidoarjo Diduga Korban Pengeroyokan, ini Langkah Polisi Selanjutnya

Faris diduga meninggal dunia akibat pengeroyokan. Setelah jenazahnya dimakamkan, keluarga melapor ke polisi.

Setelah Bongkar Makam Pemuda Sidoarjo Diduga Korban Pengeroyokan, ini Langkah Polisi Selanjutnya
surya.co.id/m taufik
Polisi saat membongkar makam almarhum Faris, Rabu lalu. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Setelah membongkar makam almarhum Faris Lukman Hakim, polisi bergerak mencari pelaku pengeroyokan terhadap pemuda 23 tahun asal Desa Kedungkembar, Kecamatan Prambon, Sidoarjo.

Faris diduga meninggal dunia akibat pengeroyokan. Setelah jenazahnya dimakamkan, keluarga melapor ke polisi. Sehingga sempat dilakukan pembongkaran terhadap makam Faris untuk kepentingan outopsi.

Pasca pembongkaran makam itu, polisi terus bergerak. Informasi yang berhasil dihimpun, sudah ada satu orang terduga pelaku pengeroyokan yang berhasil diamankan polisi.

"Pelakunya lebih dari satu orang. Petugas masih mengejar pelaku lainnya," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho.

Polisi belum bersedia bercerita banyak tentang perkara ini. Alasannya, khawatir pelaku yang sedang diburu itu kabur.

Data yang berhasil dihimpun, ada dua orang yang diduga kuat menjadi pelaku penganiayaan hingga mengakibatkan Faris meninggal dunia. Satu terduga pelaku yang telah diamankan itu, kabarnya bernama Danu, warga satu desa dengan korban.

"Nanti kalau sudah jelas semua, pasti kami sampaikan ke media. Sekarang petugas masih melakukan penyelidikan," ujar Kapolres Zain.

Faris meninggal dunia pada Selasa (14/1/2020) lalu. Diduga ada yang janggal dalam kematiannya tersebut, terkait penganiayaan atau penggroyokan.

Karena ingin mengungkap semua itu, keluarga memutuskan melapor ke polisi. Dan atas persetujuan keluarga pula, polisi membongkar makam Faris pada Rabu (22/1/2020) lalu.

Faris Lukman Hakim diduga menjadi korban pengeroyokan pada Minggu (12/1/2020).

Saat itu dia pulang diantar temannya dalam kondisi lebam seperti habis kena pukul.

Melihat kondisi itu, Susi Herawati (54), ibu korban langsung membawanya ke perawat desa. Karena tidak kunjung membaik, Senin (13/1/2020) pagi, korban dibawa lagi ke perawat desa.

Namun kondisinya tak kunjung membaik. Selasa (14/1/2020) siang, Faris dibawa ke Klinik Pratama, Prambon. Karena kondisinya semakin parah, pemuda 23 tahun itu dirujuk ke rumah sakit Mitra Sehat.

Sekira pukul 17.00, Faris dinyatakan meninggal dunia. Kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum di Desa setempat.(ufi)

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved