Kota Batu

Setoran Jukir di Alun-Alun Batu ke Dishub Hanya Rp 15 Ribu Sehari, DPRD Kota Batu : Tidak Rasional

Anggota DPRD Batu Suwandi kaget dan mengatakan setoran yang selama ini diberikan kepada Dishub oleh jukir tidak masuk akal.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu Susetya Herawan bersama para anggota DPRD Batu bersalaman dengan jukir Alun-alun Batu saat melakukan tinjaun di tengah rencana penerapan Perda parkir yang baru, Senin (27/1/2020). 

SURYAMALANG.COM, BATU – Setelah dengar pendapat di gedung DPRD Batu, Dinas Perhubungan Kota Batu dan anggota DPRD melakukan tinjauan lapangan ke Alun-alun Batu.

Di sana, anggota dewan melihat langsung teknis penyelenggaraan parkir.

Para anggota dewan dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu Susetya Herawan juga berdiskusi kepada para jukir.

Tarif Parkir di Kota Batu Segera Naik, Motor Jadi Rp 2.000, Mobil Jadi Rp 3.000

Parkir di Kota Batu Perlu Diperlakukan Khusus

Setelah melakukan tinjauan, anggota DPRD Batu Suwandi kaget dan mengatakan setoran yang selama ini diberikan kepada Dishub oleh jukir tidak masuk akal. Suwandi menegaskannya dengan istilah tidak rasional.

“Tadi ada titik-titik yang dijelaskan. Di sini ada empat titik, seharinya setor Rp 15 ribu. Kalau kita sesama warga Batu, ya rasionalah,” kata Suwandi, Senin (27/1/2020).

Suwandi mendorong agar setoran tersebut dapat dintingkatkan agar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercapai. Suwandi juga mengatakan, akibat setoran yang tidak masuk akal itu, target PAD untuk Dishub Kota Batu tidak pernah terealisasi.

“Secara pribadi, saya tetap harus rasional. Alun-alun kalau malam penuh, sepedanya juga ganti. Untuk satu tempat saja bisa 250 sepeda. Tapi kalau setor Rp 15 ribu, Batu ingin PAD naik ya sulit. Kalau sesuatu yang tidak rasional, kepala saya pusing,” ujarnya.

Kata Suwandi, saat Diskusi dengan Dishub Kota Batu, alasan tidak tercapainya target karena Perda yang sebelumnya tidak mendukung. Suwandi pun membantah alasan itu.

Katanya, meskipun Perda dulu mengatur tarif parkir hanya Rp 1000 namun warga selalu bayar parkir senilai Rp 2000.

“Alasan karena perda yang dulu juga tidak ketemu. Saya dulu ketua Komisi B saya cari juga tidak ketemu. Paling tidak yang rasional karena semuanya bisa melihat. Banyaknya sepeda seperti itu masak Rp 15 ribu? PAD tidak naik-naik ya karena itu,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Herawan juga menyosialisasikan rencana penerapan Perda Penyelenggaraan Parkir 2020.

Informasi yang disampaikan Herawan kepada para jukir terkait adanya sistem kerjasama antara jukir dan Dishub Kota Batu.

“Jadi misal kita perjanjian setahun. Nah, setahun ini misal Rp 1 juta. Kalau kalian dapat Rp 70 juta, ya sisanya untuk kalian,” kata Herawan kepada para jukir di sebelah barat Alun-alun, Senin (20/1/2020).

Herawan memang sangat ingin penerapan kerjasama dapat dilakukan pasca Perda yang baru diundangkan.

Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD Batu, Herawan mengatakan kalau perjanjian dengan para Jukir merupakan poin penting yang menjadi perhatiannya.

“Perjanjian kerjasama itu pointer yang kami inginkan. Harapan kami, jukir di satu titik perjanjiannya dalam setahun. Jadi kami dapat memperhitungkan akan dapat karcis segini, jadi enak," terangnya saat dengar pendapat.

Herawan berpendapat, jika ada jukir yang melakukan kerjasama di atas setahun,  maka akan mendapat surat perjanjian yang ditandatangani wali kota.

Jika di bawah setahun, maka mendapat surat tugas dari kepala dinas. 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved