Media Sosial

Perbuatan Keji Pegawai Kedai Kopi ke Ibu Driver Ojol Sebab Pesanan Costumer Habis, Dimaki & Dianiaya

Perbuatan keji pegawai kedai kopi ke Ibu driver ojol sebab pesanan costumer habis, dimaki hingga dianiaya.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
Suryamalang.com/Kolase Twitter/@bdgfess
Perbuatan Keji Pegawai Kedai Kopi ke Ibu Driver Ojol Sebab Pesanan Costumer Habis, Dimaki & Dianiaya 

SURYAMALANG.COM - Perbuatan keji pegawai kedai kopi ke Ibu driver ojol alias ojek online belum lama ini viral di media sosial

Pegawai kedai kopi itu bertindak di luar kendali akibat pesanan customer habis dan order minuman tidak bisa di-edit. 

Akibatnya, pegawai kedai kopi yang jadi mitra aplikasi online itu marah besar hingga memaki wanita paruh baya tersebut dan bahkan dianiaya

Peristiwa pilu ini diceritakan langsung oleh anak dari ibu yang berprofesi sebagai driver ojol di laman facebook-nya Selasa (28/1/2020). 

Ilustrasi logo baru Gojek
Ilustrasi logo baru Gojek (Ist/Kontan.co.id)

Seorang ibu driver ojek online asal Bandung berinisial A (53) diduga dianiaya seorang pegawai kedai kopi berinisial Y (23).

Peristiwa itu terjadi di Kedai Kopi Yor, Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Senin (27/1/2020), sekitar pukul 13.00 WIB.

Dari cerita akun Facebook Dimas Satrio Hermanto yang mengaku sebagai anak dari driver ojol tersebut.

Peristiwa yang juga diunggah akun Twitter Bandungfess @bdgfess itu bermula saat A menerima orderan Kopi Yor, namun pesanan konsumennya tidak tersedia karena sudah habis.

"Ibu saya mendapat orderan kopi yor, namun minuman yang dipesan costumer tidak ada (habis). Lalu ibu saya konfirmasi kepada costumer yang memesan dan costumer tersebut meminta di-cancel pesanannya," tulis Dimas di akun Facebook-nya, Selasa (28/1/2020).

Seorang driver ojek online perempuan asal Bandung diduga dianiaya seorang pegawai keda kopi hingga terluka
Seorang driver ojek online perempuan asal Bandung diduga dianiaya seorang pegawai keda kopi hingga terluka (Kolase Twitter/ @bdgfess)

Akan tetapi, pesanan ini tidak bisa dibatalkan konsumen.

Sehingga konsumen memesan minuman lain yang harganya lebih murah dibandingkan pesanan sebelumnya.

"Harga sebelumnya itu Rp 25 ribu, jadi pesan lagi minuman harga Rp 15 ribu. Karena tidak bisa diedit di aplikasi, harusnya dengan selisih harga di atas, resto mengembalikan uang customer Rp 10 ribu (karena dibayar pakai Ovo). Ibu saya malah dibilang anjing dan dibilang masa driver gak bisa edit pesanan," ungkap dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ibunya lalu meminta tolong kepada Y untuk membantunya mengedit pesanan di aplikasi tersebut.

Namun Y malah menekan opsi driver sudah sampai tujuan.

Halaman
1234
Sumber: Suar.id
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved