Berita Malang

Harga Cabai di Kota Malang Masih Tinggi, Bisa Jadi Pemicu Inflasi

Harga cabai rawit yang kini tembus Rp 80 ribu perkilogram, bisa menjadi pemicu inflasi di kota bunga ini pada Januari 2020.

Harga Cabai di Kota Malang Masih Tinggi, Bisa Jadi Pemicu Inflasi
SURYAMALANG.COM/Aminatus Sofya
Pedagang bahan pokok di Pasar Besar Kota Malang. Harga cabai di kota Malang masih tinggi hingga menjelang akhir Januari 2020 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kota Malang semakin meroket.

Harga cabai rawit yang kini tembus Rp 80 ribu perkilogram, bisa menjadi pemicu inflasi di kota bunga ini pada Januari 2020.

Seorang pedagang di Pasar Besar Kota Malang Agus Salam mengatakan harga cabai rawit nyaris tidak pernah berada di angka Rp 50 ribu perkilogram selama Januari 2020.

Designer Seragam Keraton Agung Sejagat Merasa Bahagia Kostumnya Viral, Meski Kerajannya Kini Runtuh

Hasil Otopsi Lina Dirilis Jumat, Akhirnya Teddy Bereaksi Soal Pasal Pembunuhan di Laporan Polisi

Situs Sekaran Mangkrak, Tak Terawat & Belum Ada Kejelasan Pengelolaan Pemkab Malang Atau Jasa Marga

Pasokan yang minim, menyebabkan harga tanaman pedas ini terus melambung.

“Kalau cabai selama Januari di atas Rp 50 ribu terus. Turun paling Rp 60 ribu perkilogram,” kata Agus, Kamis (30/1/2020).

Tak hanya cabai rawit, cabai merah dan cabai lalap hijau turut mengalami kenaikan. Harga cabai merah saat ini Rp 75 ribu perkilogram dari Rp 66 perkilogram pada pekan lalu.

“Kalau cabai lalap saat ini Rp 40 ribu perkilogram,” ucap dia.

Komoditi yang juga naik adalah bawang merah dan bawang putih.

Bawang merah yang sebelumnya Rp 32 perkilogram naik menjadi Rp 37 ribu perkilogram.

Pada Desember 2019, Badan Pusat Statistik mencatat komoditi yang mempunyai andil besar dalam inflasi Kota Malang adalah bahanan makanan yakni sebesar 0,57 persen.

“Salah satunya adalah cabai merah,” kata Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo.

Dengan naiknya beberapa komoditi bahan pokok seperti saat ini, bukan tidak mungkin akan menjadi pemicu inflasi.

“Kondisi ini sebetulnya sangat wajar. Kenaikan komoditi akibat cuaca memang sering terjadi. Namun apabila jumlahnya terlalu banyak maka bisa menyebabkan inflasi yang juga tinggi,” tutupnya.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved